✨ Intinya sih...

• Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas kurang lebih tiga hektare terjadi di Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur, pada Kamis (22/10/2026) malam.
• Kobaran api yang berkobar hebat hingga merambat mendekati kawasan permukiman padat penduduk memicu kepanikan warga setempat.
• Tim gabungan dari Pos Damkar Sektor Samuda, unsur kecamatan, Polsek, Koramil, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk memadamkan api.
• Armada pemadam tiba pukul 18.40 WIB dan mulai memadamkan titik api utama pukul 18.42 WIB, dengan operasi yang berakhir pukul 20.00 WIB.
• Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, namun penyebab dan sumber awal api masih belum diketahui.

SAMPIT, Kanalindependen.id  – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin mengganas dan mengintai keselamatan nyawa warga. Lahan hutan dan semak belukar seluas kurang lebih tiga hektare di Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), hangus terbakar pada Kamis (22/10/2026) malam.

Kobaran api yang berkobar hebat hingga merambat mendekati kawasan pemukiman padat penduduk tersebut memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.

Laporan darurat diterima Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Samuda dari masyarakat setempat. Armada pemadam meluncur pukul 18.27 WIB, tiba di TKP pukul 18.40 WIB, dan langsung menggempur titik api utama mulai pukul 18.42 WIB.

Kepala Pos Damkar Sektor Samuda, Supianor, menegaskan pengerahan personel gabungan skala besar untuk mengisolasi kobaran api agar tidak merembet melahap rumah-rumah warga.

**”Personel langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran hutan dan semak belukar di dekat permukiman warga. Setelah api berhasil ditangani, petugas melanjutkan dengan pendinginan

Pemadaman melibatkan personel Pos Damkar Sektor Samuda, unsur Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Polsek Samuda, Koramil Samuda, serta masyarakat peduli api (MPA) tingkat kecamatan dan desa.

Operasi berakhir pukul 20.00 WIB. Setelah itu, unit kembali untuk mengisi tangki air dan bersiaga menghadapi kemungkinan adanya laporan kebakaran berikutnya.

Laporan petugas tidak mencatat adanya korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, penyebab kebakaran dan sumber awal api belum diketahui.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di dekat permukiman warga. Informasi lebih lanjut mengenai jarak titik api dari rumah penduduk serta langkah pencegahan di sekitar lokasi masih diperlukan untuk menggambarkan tingkat risiko yang dihadapi warga (***)