• Kabut asap menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Kamis, 22 Oktober 2026. Jarak pandang tercatat hanya 5 meter pada pukul 07.00 WIB, kemudian membaik menjadi 300 meter pada pukul 09.00 WIB.
• Data infografis BMKG per 22 Oktober 2026 menunjukkan 512 titik panas terdeteksi di Kotim dalam 24 jam terakhir, dengan 11 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
• Jumlah titik panas terbanyak berada di Pulau Hanaut (142 titik), diikuti Teluk Sampit (111 titik), dan Seranau (100 titik).
• Analisis parameter cuaca BMKG menempatkan Kotim dalam kategori sangat mudah terbakar untuk periode 22–23 Oktober 2026.
• Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, Suci Priatin Ningsih, menjelaskan kabut asap masih berpotensi terjadi setiap pagi, terutama dengan adanya kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di wilayah selatan Kotim.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Kabut asap menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis, 22 Oktober 2026. Data BMKG Kotim menunjukkan jarak pandang yang tercatat pukul 07.00 WIB hanya 5 meter, sebelum meningkat menjadi 100 meter pada pukul 08.00 WIB dan 300 meter pada pukul 09.00 WIB.
Meski jarak pandang berangsur meningkat dalam rentang pengamatan tersebut, kondisi cuaca masih dilaporkan berkabut. Pada pukul 08.00 WIB, cuaca dikategorikan sebagai kabut tebal, sedangkan pada pukul 09.00 WIB berubah menjadi kabut asap.
Pada pukul 07.00 WIB, suhu udara tercatat 24,2 derajat Celsius dengan kelembapan 98 persen. Angin berada dalam kondisi tenang atau calm, dengan kecepatan 0 kilometer per jam.
Satu jam kemudian, suhu meningkat menjadi 25,1 derajat Celsius dengan kelembapan tetap 98 persen. Angin masih tenang. Pada pukul 09.00 WIB, suhu kembali meningkat menjadi 28,1 derajat Celsius, sementara kelembapan turun menjadi 83 persen. Angin tercatat bertiup dari selatan dengan arah 200 derajat dan kecepatan 6 kilometer per jam.
Data tersebut memperlihatkan perubahan jarak pandang dan parameter cuaca sepanjang pagi. Namun, peningkatan jarak pandang hingga pukul 09.00 WIB belum cukup untuk memastikan kabut asap telah menghilang atau kondisi sudah aman di seluruh wilayah Sampit.
512 titik panas terdeteksi di Kotim
Di tengah kondisi tersebut, infografis BMKG per 22 Oktober 2026 mencatat 512 titik panas di Kotim dalam periode pemantauan 24 jam terakhir. Sebanyak 480 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah, 21 titik rendah, dan 11 titik tinggi.
Pulau Hanaut mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni 142 titik. Berikutnya Teluk Sampit dengan 111 titik, Seranau 100 titik, Telaga Antang 34 titik, dan Mentaya Hilir Utara 32 titik.
Titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Data tersebut tidak otomatis membuktikan seluruh titik merupakan kebakaran aktif. Verifikasi lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di setiap lokasi.
Kotim masuk kategori sangat mudah terbakar
Analisis parameter cuaca BMKG untuk periode 22–23 Oktober 2026 menempatkan Kotim dalam kategori sangat mudah terbakar. Sementara itu, prakiraan cuaca harian menunjukkan kondisi berawan, dengan potensi pertumbuhan awan hujan kategori sedang, yakni 50–70 persen, di wilayah utara Kotim.
Potensi pertumbuhan awan hujan tidak menjamin hujan turun merata di seluruh kabupaten. Karena itu, perkembangan cuaca dan kondisi titik panas masih perlu dipantau bersamaan dengan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, Suci Priatin Ningsih, menjelaskan jarak pandang dari 5 meter berangsur membaik menjadi 300 meter dalam dua jam pengamatan.
“Hingga data pengamatan pukul 09.00 WIB, jarak pandang Sampit tercatat membaik dibandingkan dua jam sebelumnya,” katanya.
Sementara itu kabut asap masih berpotensi terjadi di setiap pagi tergantung dengan kecepatan angin. Apalagi dalam beberapa hari belakangan kebakaran hutan dan lahan masih terjadi terutama di wilayah selatan Kotawaringin Timur. (***)