• Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menyampaikan pesan tegas mengenai keselamatan pelayaran dan integritas menjelang kepindahannya.
• Ia menegaskan bahwa kapal yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan tidak boleh diberikan izin berlayar, apapun alasannya.
• Pesan ini disampaikan dalam acara pelepasannya di Aquarius Boutique Hotel Sampit pada Selasa, 20 Oktober 2026. Hotman akan menjabat Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Jakarta Utara, mulai Jumat, 23 Oktober 2026.
• Hotman juga mengingatkan jajaran KSOP untuk menjaga integritas, berani menolak pelanggaran, dan membangun kerja tim yang solid.
• Selama masa tugasnya dari 9 Mei 2025 hingga 14 Oktober 2026, Hotman berharap Pelabuhan Sampit dapat terus berkembang maju menjadi pelabuhan kelas dunia.
SAMPIT, kanalindependen.id – Menjelang kepindahannya ke KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian menitipkan pesan tegas kepada seluruh insan transportasi laut agar tidak berkompromi dengan keselamatan pelayaran.
Ia menegaskan kalimat berulang sebanyak dua kali, bahwa kapal yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan tidak boleh diberi izin berlayar, apa pun alasannya.
”Keselamatan adalah harga diri kita sebagai insan transportasi. Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan; jika kapal tidak memenuhi persyaratan keselamatan, maka jangan diberikan izin berlayar,” tegas Hotman Siagian dalam kegiatan coffee morning sekaligus pelepasannya di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Selasa (20/10/2026).
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas, ketegasan dalam menjalankan pengawasan, serta tanggung jawab petugas dalam melindungi keselamatan awak kapal, penumpang, dan pengguna transportasi laut.
”Sebagaimana arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi 14 Oktober lalu, beliau menyampaikan, keselamatan bukan sekadar bagian dari prosedur pelayanan, melainkan prinsip utama yang harus menjadi pegangan setiap insan transportasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keputusan memberikan izin berlayar harus didasarkan pada pemenuhan persyaratan yang berlaku. Kelancaran operasional tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kekurangan yang berpotensi membahayakan pelayaran.
Karena itu, pemeriksaan dan pengawasan kapal harus dijalankan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar memenuhi formalitas administrasi.
Setiap keputusan harus berpijak pada aturan dan mempertimbangkan risiko yang dapat timbul apabila kapal beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Petugas Harus Berani Menolak Pelanggaran
Selain menekankan keselamatan, Hotman mengingatkan jajaran KSOP agar menjaga integritas dalam menjalankan kewenangan.
Menurutnya, profesionalisme petugas tidak hanya terlihat dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari keberanian mengambil keputusan yang benar ketika berhadapan dengan pelanggaran.
”Tingkatkan integritas, berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah dan berani menindak pelanggaran,” pesannya.
Peringatan tersebut menjadi penegasan bahwa pengawasan keselamatan membutuhkan ketegasan, termasuk ketika petugas harus menolak sesuatu yang bertentangan dengan ketentuan.
Aturan tidak boleh dikesampingkan demi kepentingan tertentu karena konsekuensinya dapat menyangkut keselamatan banyak orang.
Hotman juga meminta seluruh pegawai membangun kerja tim yang solid, responsif terhadap persoalan, dan terbuka dalam berbagi pengetahuan.
Hubungan baik dengan instansi terkait serta para pemangku kepentingan, menurutnya, perlu terus dijaga agar pelaksanaan tugas di lingkungan kepelabuhanan berjalan efektif.
Ia mengingatkan kualitas pelayanan publik tidak cukup diukur dari pencapaian administrasi maupun angka kinerja. Pelayanan harus dilandasi tanggung jawab, kepedulian, dan kesungguhan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
”Cintai apa yang kamu kerjakan. Kerjakan apa yang kamu cintai. Teruslah bekerja sesuai aturan dan layani dengan prima, niscaya Tuhan akan menolong kita,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar jajaran KSOP tidak berhenti pada rutinitas pekerjaan.
Setiap tugas harus dilaksanakan dengan kesadaran terhadap tanggung jawab yang melekat, terutama ketika keputusan petugas berhubungan langsung dengan keselamatan pelayaran.
Hotman mengakui masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi dalam penyelenggaraan pelayanan kepelabuhanan.
Menurutnya, tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh KSOP, tetapi membutuhkan kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, operator pelabuhan, dan pelaku usaha.
Ia berharap koordinasi yang telah terbangun selama masa kepemimpinannya tetap dipertahankan meskipun dirinya akan melanjutkan tugas di tempat berbeda.
”Saya berharap jajaran yang melanjutkan tugas di Sampit perlu mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus terus memperbaiki kekurangan dalam pelayanan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pengembangan Pelabuhan Sampit dilakukan secara lebih proaktif dan inovatif. Ke depan, pelabuhan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan kapal berukuran besar serta menjawab tantangan kepelabuhanan yang semakin kompleks.
”Ke depan, tantangan akan semakin kompleks, namun saya percaya dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus maju, Pelabuhan Sampit ke depannya akan banyak dikunjungi oleh kapal besar, mampu menjawab setiap tantangan dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Hotman menilai kemajuan pelabuhan membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya mengandalkan capaian yang sudah ada.
Perbaikan perlu dilakukan secara berkelanjutan, disertai keberanian mengatasi persoalan sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dalam menjalankan amanah, ia kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab setiap pihak.
Prinsip tersebut, termasuk dalam urusan keselamatan pelayaran, harus tetap dijaga agar perkembangan aktivitas pelabuhan tidak mengesampingkan aspek keamanan.
Berharap Pelabuhan Sampit Terus Berkembang
Selama 1 tahun 5 hulan Hotman bertugas, tepatnya pada 9 Mei 2025 hingga 14 Oktober 2026, ia menaruh harapan tinggi kedepannya Pelabuhan Sampit dapat terus menjadi pelabuhan yang berkembang maju.
”Tujuan kami hanya satu, Pelabuhan Sampit menuju kelas dunia yang diwujudkan dengan telah adanya kapal asing yang masuk di perairan Sampit,” ujarnya diakhir masa tugasnya.
Sebelum ia melanjutkan penugasan sebagai Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Jakarta Utara, mulai Jumat, 23 Oktober 2026.
Hotman menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, asosiasi, pelaku usaha, jajaran KSOP, dan insan pers yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama di Sampit.
”Terima kasih atas sinergi dan kerjasama yang terjalin dan kami mohon maaf apabila selama bertugas terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan. Semoga semangat kebersamaan yang telah dibangun dapat terus terpelihara, jajaran KSOP tetap menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya. (hgn/ign)