✨ Intinya sih...

• Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parulian Sampit di Jalan Lingkar Utara, Kotawaringin Timur, dilanda kebakaran pada Sabtu (17/10/2026).
• Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.28 WIB, dan api berhasil dilokalisir oleh petugas pada pukul 14.02 WIB.
• Penyebab pasti kebakaran belum diketahui; saksi menyebut api pertama kali terlihat dari bagian belakang gereja atau dapur.
• Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, sedangkan kerugian material akibat terbakarnya bangunan semi permanen berukuran sekitar 20x10 meter belum ditaksir.
• Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran dan kondisi bangunan pasca-kejadian.

SAMPIT, Kanalindependen.id – Api terlihat dari bagian belakang Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parulian Sampit sebelum kebakaran membesar dan melanda bangunan tersebut, Sabtu (17/10/2026). Meski titik awal kemunculan api telah disebut dalam keterangan saksi, penyebab kebakaran di Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno, kawasan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), itu belum diketahui.

Kobaran api terlihat dari bangunan gereja dalam video yang beredar. Sejumlah warga berkumpul di sekitar lokasi dan berupaya membantu memadamkan api sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.

Kasi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.28 WIB. Personel berangkat dua menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 13.46 WIB.

“Berdasarkan keterangan saksi yang tercatat dalam laporan petugas, api terlihat dari bagian belakang gereja atau dapur. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujarnya.

Informasi tersebut menunjukkan lokasi awal api berdasarkan keterangan saksi, tetapi belum menjelaskan pemicu kebakaran. Belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab api muncul dan kemudian membesar.

Api dilokalisir dalam 16 menit

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Penanganan melibatkan tim Posko Kebakaran Hutan dan Lahan Kotim, kepolisian, serta relawan pemadam kebakaran.

Api berhasil dilokalisir pada pukul 14.02 WIB, atau 16 menit setelah petugas tiba. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Bangunan yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan perkiraan ukuran sekitar 20 x 10 meter. Laporan sementara tidak mencatat adanya korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, kerugian material belum ditaksir.

Operasi pemadaman berakhir pada pukul 15.05 WIB setelah proses pendinginan dan pemeriksaan selesai. Petugas kemudian kembali ke markas komando pada pukul 15.23 WIB.

Kerusakan dan penyebab masih perlu dipastikan

Kebakaran di kawasan Wengga Metropolitan itu menjadi perhatian warga sekitar. Namun, informasi yang tersedia belum merinci tingkat kerusakan bangunan setelah api berhasil dikendalikan.

Penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan. Keterangan mengenai api yang terlihat dari bagian belakang gereja masih mengacu pada kesaksian yang tercatat dalam laporan petugas, bukan kesimpulan akhir mengenai sumber api.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran, kondisi bangunan setelah kejadian, serta besarnya kerugian yang ditimbulkan. (***)