• Gerbang penerbangan udara Bandara H. Asan Sampit, Kotawaringin Timur, lumpuh total pada Senin (12/10/2026) akibat kabut asap pekat dari pembumihangusan lahan gambut yang menurunkan jarak pandang hingga 100 meter.
• Tiga maskapai nasional, Wings Air, Super Air Jet, dan NAM Air, membatalkan seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Sampit. NAM Air menghentikan operasional secara berkala dari 11 hingga 15 Oktober 2026.
• Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H. Asan Sampit, Alfiansyah, membenarkan seluruh penerbangan berstatus *cancel flight*.
• Pembatalan penerbangan memicu penumpukan ratusan calon penumpang di terminal bandara; otoritas mengimbau mereka menghubungi maskapai untuk pengurusan pengembalian dana atau penjadwalan ulang.
• Kelumpuhan konektivitas udara ini dianggap mengakibatkan kerugian ekonomi sistemik, dan Satgas Karhutla Kalteng serta BNPB Pusat didesak menerjunkan helikopter water bombing.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana racun kabut asap akibat pembumihangusan lahan gambut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi melumpuhkan gerbang penerbangan udara. Buruknya jarak pandang (visibility) yang anjlok drastis hingga tersisa 100 meter memaksa tiga maskapai penerbangan nasional Wings Air, Super Air Jet, dan NAM Air membatalkan (cancel flight) seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara H. Asan Sampit, Senin (12/10/2026).
Penyusutan jarak pandang yang tidak memenuhi batas keselamatan penerbangan (minimum operational visibility) ini memutus total akses transportasi udara yang menghubungkan Sampit dengan kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.
Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah, membenarkan terjadinya gelombang pembatalan massal penerbangan tersebut.
“Ya batal semua,” katanya saat dikonfirmasi.
Seluruh penerbangan dari tiga maskapai berstatus cancel flight akibat dampak kabut asap pekat yang memangkas jarak pandang, mencakup rute strategis penghubung Sampit menuju Surabaya, Jakarta, dan Semarang.
Gelombang pembatalan operasional penerbangan di Bandara H. Asan Sampit mencakup beberapa jadwal utama: Wings Air: Membatalkan penerbangan nomor IW 1805/IW 1804 untuk rute Surabaya–Sampit–Surabaya pada Senin (12/10/2026). Super Air Jet: Membatalkan penerbangan nomor IU 350/IU 351 untuk rute penerbangan langsung Jakarta–Sampit–Jakarta pada Senin (12/10/2026). NAM Air: Menghentikan sementara operasional secara berkala dalam periode 11 hingga 15 Oktober 2026 untuk dua rute penerbangan, yakni rute IN240/IN241 Semarang–Sampit–Semarang (jadwal keberangkatan pukul 10.35 WIB) serta rute IN242/IN243 Surabaya–Sampit–Surabaya (jadwal keberangkatan pukul 12.55 WIB).
Melumpuhnya gerbang udara ini memicu penumpukan ratusan calon penumpang di areal terminal Bandara H Asan Sampit. Pihak otoritas bandara mengimbau para calon penumpang untuk segera menghubungi perwakilan customer service maskapai masing-masing guna melakukan pengurusan pengembalian dana tiket (full refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule).
Lumpuhnya konektivitas udara di Bandara H. Asan Sampit menjadi bukti sah bahwa bencana karhutla Kotim telah mengakibatkan kerugian ekonomi sistemik (systemic economic loss). Ketika rute udara yang menghubungkan pusat bisnis Jakarta, Surabaya, dan Semarang terputus total hingga pertengahan Oktober, iklim investasi, distribusi logistik medis, serta mobilitas masyarakat terancam lumpuh total.
Satgas Karhutla Kalteng dan BNPB Pusat didesak menerjunkan armada helikopter water bombing secara intensif untuk memadamkan sebaran titik api aktif di Seranau, Pualau Hanaut dan Baamang yang mengepulkan asap tepat di lintasan pendekatan landasan (runway approach) Bandara H. Asan.
Pengelola Bandara H. Asan bersama Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub wajib memastikan maskapai memberikan kemudahan proses refund tanpa potongan serta menyediakan layanan informasi yang transparan bagi calon penumpang. (***)