• Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dijadwalkan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Rabu (14/10/2026). Ia direncanakan tiba di Sampit pada Selasa sore (13/10/2026).
• Kunjungan ini berlangsung di tengah rekor karhutla terparah di Kotim, dengan data BPBD per 11 Oktober 2026 mencatat 1.400 kejadian kebakaran yang menghanguskan 2.137 hektare lahan dan terdeteksinya 44.251 titik panas.
• Koordinator Lapangan Satgas Karhutla Kotim berharap kunjungan Menhut dapat merealisasikan bantuan peralatan pemadaman dan penetapan status kawasan, mengingat keterbatasan armada darat dan kurangnya dukungan alat berat serta armada udara.
• Kementerian Kehutanan didesak untuk segera merealisasikan pengerahan helikopter water bombing dan mesin pompa tekanan tinggi, serta menuntaskan konflik penetapan kawasan hutan yang menghambat penanganan karhutla.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Di tengah kepungan asap pekat dan amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian tak terkendali, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dijadwalkan turun langsung meninjau sejumlah titik lokasi pembumihangusan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026).
Rombongan Menhut dijadwalkan tiba di Sampit pada Selasa sore (13/10/2026) melalui jalur darat dari Palangka Raya. Peninjauan lapangan akan difokuskan pada zona kritis kebakaran di wilayah Kelurahan Mentawa Baru Hulu dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), disusul agenda diskusi tertutup bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotim.
Koordinator Lapangan Satuan Tugas Penanganan Karhutla Kotim, Rihel, membenarkan agenda peninjauan menteri tersebut dan menegaskan bahwa momentum ini wajib menjadi ajang penagihan komitmen pemerintah pusat.
“Ya Menhut kemungkinan nanti sore sampai ke Sampit dan hari Rabu baru meninjau ke lapangan. Harapan kita, dengan mereka datang, mudah-mudahan bantuan-bantuan yang kita harapkan bisa terealisasi, apakah terkait bantuan peralatan pemadaman atau penetapan status kawasan,” tegas Rihel, Selasa (13/10/2026).
Rekor Parah Karhutla Kotim: 2.137 Hektare Hangus dan 44.251 Hotspot
Kedatangan Menhut Raja Juli Antoni bertepatan dengan rekor kehancuran ekologis terparah di Kotim. Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim per 11 Oktober 2026 mencatat sebanyak 1.400 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar fantastis mencapai 2.137 hektare.
Kecamatan Seranau menjadi wilayah paling porak-poranda dengan luasan lahan terbakar menyentuh 884 hektare. Secara akumulatif, sensor satelit merekam 44.251 titik panas (hotspot) yang mengepung Kotim sepanjang musim kemarau ini.
Sempitnya keterbatasan armada pemadam darat serta konflik ketidakjelasan status penetapan kawasan hutan selama ini kerap menjadi tembok penghambat bagi petugas Satgas Karhutla di lapangan untuk melakukan pemadaman dan penegakan hukum.
Kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Kotim tidak boleh sekadar menjadi ajang seremonial foto di atas lahan gambut yang mengepulkan asap. Besarnya angka 2.137 hektare lahan hangus menjadi bukti sah bahwa Satgas Karhutla Kotim telah kehabisan napas menghadapi anarki kebakaran tanpa sokongan armada pemadam udara (water bombing) dan alat berat dari pusat.
Dua penekanan kritis dari Kanal Independen:
- Realisasi Bantuan Peralatan Pemadam Modern dan Armada Air: Menhut didesak tidak hanya membawa janji manis. Kementerian Kehutanan wajib merealisasikan pengerahan helikopter water bombing tambahan, mesin pompa tekanan tinggi (high pressure pump), serta perlengkapan perlindungan diri (PPE) bagi Tim Serbu Api di tingkat tapak.
- Penuntasan Konflik Penetapan Kawasan Hutan: Karhutla di Kotim tak pernah usai karena maraknya overlapping klaim kawasan hutan dan perkebunan. Kemenhut dituntut mempermudah proses legalitas penetapan kawasan serta memperketat sanksi pencabutan izin bagi korporasi yang terbukti membiarkan konsesi mereka terbakar. (***)