✨ Intinya sih...

• Seekor anak beruang madu (Helarctos malayanus) diselamatkan setelah ditemukan sendirian oleh warga bernama Sugiarto di area perkebunan Desa Lampasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
• Sugiarto melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit pada Kamis (22/10/2026), dan serah terima satwa dilindungi tersebut dilakukan pada Jumat (23/10/2026) dalam kondisi sehat dan aktif.
• Anak beruang madu itu langsung dievakuasi ke Kantor Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKW) Wilayah II di Pangkalan Bun untuk menjalani rehabilitasi medis dan observasi perilaku sebelum nantinya dilepasliarkan.
• BKSDA mengapresiasi kepedulian warga yang memilih melapor ketimbang memelihara atau memperjualbelikan satwa tersebut secara ilegal.
• Temuan anak beruang madu sendirian ini dinilai sebagai sinyal bahaya kerusakan ekosistem dan habitat asli satwa liar, yang dapat dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau perburuan.
• Pemerintah Kabupaten Seruyan dan BKSDA didesak untuk memperluas sosialisasi Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 terkait larangan memelihara satwa dilindungi.

SAMPIT, Kanalindependen.id  – Seekor anak beruang madu (Helarctos malayanus) berwajah polos berhasil diselamatkan warga setelah ditemukan berkeliaran sendirian di area perkebunan Desa Lampasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Satwa liar dilindungi undang-undang tersebut ditemukan terpisah dari induknya di dekat pondok kebun sebelum akhirnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit.

Penyelamatan satwa langka ini bermula saat seorang warga lokal, Sugiarto, mendapati anak beruang madu tersebut sendirian. Sugiarto sempat menunggu beberapa jam di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan sang induk. Namun, karena induk beruang tak kunjung muncul dan khawatir akan keselamatan satwa tersebut, ia membawanya pulang lalu melapor ke BKSDA.

Mendapat laporan pada Kamis (22/10/2026), personel BKSDA Pos Sampit bersama rombongan Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Tory Kristianto, S.I.K., bergerak ke lokasi pada Jumat (23/10/2026) untuk melakukan prosesi serah terima.

Kepala BKSDA Resort Sampit  Muriansyah, mengonfirmasi bahwa saat diserahkan, anak beruang madu dalam kondisi fisik yang prima.

“Anak beruang madu ini sudah diserahkan kepada petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat proses serah terima, kondisinya dilaporkan sehat dan aktif,” terang Muriansyah, Sabtu (24/10/2026).

Dievakuasi ke SKW II Pangkalan Bun untuk Rehabilitasi Medis

Pascaserah terima dari warga Desa Lampasa, anak beruang madu tersebut langsung diboyong menuju Kantor Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKW) Wilayah II di Pangkalan Bun. Penanganan medis serta observasi perilaku diperlukan untuk memastikan kesiapan fisik satwa sebelum nantinya masuk ke tahap rehabilitasi dan pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.

Muriansyah memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian Sugiarto yang memilih melapor ketimbang memelihara atau memperjualbelikan satwa dilindungi tersebut secara ilegal. BKSDA mengimbau seluruh masyarakat di Kotim dan Seruyan untuk segera melapor jika menemukan satwa langka yang tersesat atau terancam konflik di area pemukiman dan perkebunan.

Fenomena ditemukannya anak beruang madu sendirian di kebun warga Seruyan Raya merupakan sinyal bahaya terhadap kerusakan ekosistem dan habitat asli satwa liar. Terpisahnya anak dari induknya kerap dipicu oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghancurkan ruang jelajah satwa, atau akibat sang induk menjadi korban perburuan liar dan jerat.

BKSDA Kalteng bersama Satgas Karhutla didesak melakukan penyisiran terbatas di sekitar hutan Desa Lampasa guna memastikan apakah induk beruang madu masih hidup di sekitar lokasi atau menjadi korban konflik lahan/jerat liar.

Keberhasilan Sugiarto menyerahkan satwa secara sukarela harus dijadikan percontohan edukasi hukum bagi masyarakat perdesaan. Pemkab Seruyan dan BKSDA dituntut memperluas sosialisasi UU No. 5 Tahun 1990 agar warga tidak memelihara anak beruang madu yang lucu sebagai peliharaan rumahan. (***)