Resah yang Perlahan Dinormalisasi

Pemerintah daerah dan aparat keamanan tidak bisa lagi bersembunyi di balik imbauan. Setidaknya ada beberapa langkah konkret yang tidak lagi bisa ditunda.

Pertama, pembenahan pola patroli dan respons cepat yang benar-benar dirasakan warga.

Kedua, pemerintah daerah bersama perbankan dan penyelenggara layanan keuangan ritel harus duduk bersama menetapkan standar keamanan minimal untuk gerai uang seperti BRILink.

Bekerja sendirian di tempat yang menyimpan uang tunai dalam jumlah relatif besar seharusnya tidak lagi dianggap ”biasa”.

Desain ruang yang lebih aman, kamera pengawas yang benar-benar terhubung, prosedur ganda pengelolaan uang, hingga sistem tombol darurat yang terintegrasi dengan aparat terdekat bukanlah kemewahan.

Ketiga, penguatan sistem keamanan berbasis warga harus naik kelas dari level seremoni ke level kebijakan.

Ronda lingkungan, grup komunikasi RT, hingga mekanisme saling jaga antartetangga perlu didukung dengan anggaran, pendampingan, dan integrasi dengan sistem informasi kepolisian.

Sejatinya, inti masalahnya bukan sekadar dua perampokan ini, tetapi pesan apa yang dikirim negara kepada warganya.

Rasa aman adalah indikator paling jujur dari kinerja pemerintah. Bukan pidato, bukan slogan. Dua perampokan dalam sehari adalah cermin yang tidak bisa dibantah.

Pertanyaannya sekarang, apakah pemerintah daerah dan aparat berani menatapnya, atau kembali menutupnya dengan imbauan dan berharap warga lupa? (redaksi)