Intinya sih...

• Pada Selasa pagi, 21 April 2026, terjadi insiden bau hangus dan kepulan asap dari kotak Miniature Circuit Breaker (MCB) di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Jalan Jenderal Sudirman Km 6,5, Sampit.
• Laporan diterima Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) pada pukul 09.13 WIB, dan tim tiba di lokasi pada 09.27 WIB.
• Api pada MCB berhasil dikendalikan secara mandiri oleh pihak kantor sebelum petugas Damkarmat tiba, sehingga tidak menyebabkan penjalaram api ke dokumen atau fasilitas lain.
• Kepala Peleton I Damkarmat, Akhmad Ilham Wahyudi, menjelaskan objek yang terbakar adalah MCB listrik dan diduga kuat karena beban berlebih atau usia instalasi.
• Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka, namun aktivitas perkantoran sempat terganggu karena pemutusan aliran listrik. Petugas Damkarmat juga memberikan edukasi penanganan dini kebakaran elektrik kepada pegawai.

SAMPIT, Kanalindependen.id – Pegawai Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat dibuat tegang pada Selasa pagi (21/4/2026).

Bau hangus dan kepulan asap tipis dari kotak Miniature Circuit Breaker (MCB) memicu alarm kewaspadaan di gedung yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 6,5 tersebut. Beruntung, api tidak sempat menjalar ke dokumen penting maupun fasilitas medis lainnya.

 Laporan masuk ke markas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) pada pukul 09.13 WIB. Hanya dalam waktu satu menit, satu unit mobil tangki dengan tujuh personel Regu III langsung meluncur menembus arus lalu lintas pagi Sampit.

Kepala Peleton I Damkarmat, Akhmad Ilham Wahyudi, mengonfirmasi bahwa saat tim tiba di lokasi pada pukul 09.27 WIB, titik api pada MCB sudah berhasil dikendalikan secara mandiri oleh pihak kantor. Namun, prosedur “size-up” atau pengecekan menyeluruh tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi di balik plafon atau jalur kabel lainnya.

“Petugas memastikan kondisi benar-benar aman sebelum meninggalkan lokasi. Objek yang terbakar adalah MCB listrik, diduga kuat karena beban berlebih atau usia instalasi,” ungkap Ilham Wahyudi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, aktivitas perkantoran sempat terganggu sejenak akibat pemutusan aliran listrik demi keamanan. Petugas Damkarmat juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi mendadak kepada para pegawai mengenai penanganan dini kebakaran elektrik pelajaran mahal yang sering kali terlupakan di tengah rutinitas kerja.

Di meja redaksi Kanalindependen.id, kami mencatat bahwa insiden korsleting di kantor pemerintahan bukan kali ini saja terjadi. Banyak gedung publik di Kotim yang dibangun belasan tahun lalu mungkin belum melakukan audit instalasi listrik secara menyeluruh.

Beban listrik di kantor pemerintahan saat ini jauh lebih besar dibandingkan satu dekade lalu dengan penambahan AC, perangkat server, hingga komputer di setiap meja. Jika MCB mulai “menyerah”, itu adalah sinyal bahwa sistem kelistrikan gedung perlu diremajakan.

Jangan sampai pusat pelayanan publik seperti Dinkes harus berhenti beroperasi hanya karena kelalaian kecil pada komponen seharga ratusan ribu rupiah.

Listrik adalah penggerak administrasi, tapi tanpa perawatan, ia bisa menjadi pemusnah aset paling mematikan. (***)