Intinya sih...

• Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, meninjau sejumlah destinasi wisata pada Senin (16/3/2026) menjelang libur Lebaran Idulfitri 1447 H untuk memastikan kesiapan pengelola dalam aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
• Wabup Irawati mengimbau pemilik tempat wisata untuk memperketat pengamanan, menambah personel di titik rawan, serta segera memperpanjang izin usaha yang telah habis masa berlakunya.
• Dalam peninjauan, tim menemukan lokasi bekas galian C yang disalahgunakan sebagai tempat wisata dadakan, yang dinyatakan ilegal dan berbahaya karena telah memakan korban jiwa; Wabup meminta lokasi tersebut diportal dan ditutup total.
• Peninjauan dilakukan bersama Plt Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah dan tim gabungan dari Polres Kotim, TNI, Satpol PP, BPBD, Disdamkarmat, dan Dinas Kesehatan.
• Beberapa lokasi yang ditinjau meliputi Danau Alam Salju, bekas Galian C di Kawasan Jalan Betang, Waterpark Jalan Wengga Metropolitan, dan Wahana Pemandian Aqui Jalan Pramuka.
• Pemkab Kotim juga menyoroti masalah sampah di destinasi wisata, terutama Pantai Ujung Pandaran, dan akan menyiagakan tim gabungan dari berbagai instansi hingga masa libur Lebaran.

SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati melakukan peninjauan intensif ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kotim menjelang libur Lebaran Idulfitri 1447 H.

Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan pengelola dalam aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat lonjakan wisatawan diprediksi akan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

​Dalam peninjauan tersebut, Wabup Irawati didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah, serta tim gabungan dari Polres Kotim, TNI, Satpol PP, BPBD, Disdamkarmat, dan Dinas Kesehatan.

​Irawati menekankan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Ia mengimbau para pemilik tempat wisata untuk memperketat pengamanan dan menambah personel penjaga di titik-titik rawan.

”Kami memberikan imbauan kepada pemilik wisata agar memberikan rasa aman dan nyaman. Kami minta mereka memperbanyak rambu imbauan dan menambah tenaga keamanan di sekitar lokasi,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026).

Selain keamanan fisik, Irawati juga menyoroti aspek legalitas tempat wisata. Ia meminta pengelola untuk segera memperpanjang izin usaha yang telah habis masa berlakunya melalui sistem daring (online).

​Salah satu poin penting dalam peninjauan ini yaitu  temuan lokasi bekas galian C yang kerap disalahgunakan warga sebagai tempat wisata dadakan.

Irawati menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan objek wisata resmi dan sangat berbahaya karena telah memakan korban jiwa.

”Kami menemukan lokasi galian C yang dijadikan tempat berenang. Tadi ada tulisan tarif masuk Rp5.000 yang langsung kami lepas, karena itu ilegal dan bukan tempat wisata. Kami minta jalan masuknya di-portal dan ditutup total agar anak-anak tidak bisa masuk melalui jalur hutan,” tegasnya.

​Plt Kadisbudpar Kotim, Ramadansyah, menambahkan bahwa tim telah mengunjungi beberapa titik populer yang kerap kali ramai dikunjungi saat libur Lebaran atau libur Natal dan Tahun Baru.

Seperti misalnya lokasi di ​Danau Alam Salju, Jalan Jenderal Sudirman KM 6, ​Bekas Galian C di Kawasan Jalan Betang, ​Waterpark Jalan Wengga Metropolitan dan ​Wahana Pemandian Aqui Jalan Pramuka.

​Ramadansyah mengungkapkan, berkaca dari tahun lalu, Danau Alam Salju bisa mencapai 5.000 pengunjung dalam satu hari pada puncak libur Lebaran.

”Kami meminta pengelola memberikan edukasi melalui tulisan peringatan di area berbahaya. Orang tua juga harus ekstra memperhatikan anak-anaknya. Kita ingin masyarakat berwisata dengan bahagia, jangan sampai berakhir duka,” kata Ramadansyah.

​Selain keamanan, Pemkab Kotim juga menyoroti masalah sampah yang kerap menjadi persoalan saat lonjakan pengunjung, terutama di Pantai Ujung Pandaran.

”Satu orang buang satu kaleng saja, kalau ribuan orang sudah berapa banyak sampah. Kami minta pengelola menambah tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga dan menjadi kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Ramadansyah.

Pemkab Kotim akan terus menyiagakan tim gabungan dari berbagai instansi di titik-titik wisata hingga masa libur Lebaran guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (hgn)