✨ Intinya sih...

• Tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan OFI berhasil menyelamatkan seekor orangutan betina di Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kotawaringin Timur.
• Orangutan berusia sekitar 20 tahun, berat 32 kg, yang kemudian diberi nama Sindi tersebut dievakuasi di tengah kondisi hutan yang masih berasap tebal dan terdapat bara kebakaran.
• Penyelamatan Sindi berlangsung hingga dini hari, pada Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026, setelah keberadaannya dilaporkan warga dan perusahaan pada Jumat sore (25/9/2026).
• Proses evakuasi yang sulit karena asap dan bara api, serta posisi Sindi yang tinggi, berhasil setelah pembiusan sekitar pukul 02.00 WIB dan Sindi berhasil diturunkan pukul 02.30 WIB.
• Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Sindi tidak memiliki luka bakar dan kondisi kesehatannya baik berdasarkan tes darah.
• Sindi kini menjalani proses karantina di klinik Yayasan OFI Pangkalan Bun dan direncanakan akan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa Lamandau, Kotawaringin Barat.

SAMPIT, Kanalindependen.id – Asap tebal dan bara kebakaran mengepung lokasi saat tim rescue berupaya menyelamatkan seekor orangutan betina di Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Penyelamatan satwa dilindungi itu berlangsung hingga dini hari, Jumat-Sabtu (25-26/9/2026). Orangutan akhirnya berhasil dievakuasi setelah berada di atas pohon kering di tengah kawasan yang vegetasinya masih terbakar.

Orangutan tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram. Tim kemudian memberikan nama Sindi.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan keberadaan Sindi pertama kali dilaporkan warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan pada Jumat sore (25/9/2026 ).

Sekitar pukul 15.00 WIB, regu pemadam perusahaan melihat orangutan berada di atas pohon kering di perbatasan HTR Ramban dan PT MJSP. Saat itu, regu pemadam sedang mengambil air di sekitar lokasi.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Petugas Pos Sampit. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan, BKSDA memutuskan melakukan rescue terhadap orangutan tersebut.

Tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan OFI berangkat dari Pangkalan Bun sekitar pukul 17.20 WIB. Petugas Pos Sampit juga bergerak ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB untuk membantu memantau pergerakan Sindi.

Tim rescue tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah.

Sindi terus berpindah di atas pohon. Posisi orangutan yang berada di dahan cukup tinggi menyulitkan petugas melakukan pembiusan.

Kondisi semakin berat karena asap kebakaran cukup tebal. Tanah di sekitar lokasi juga masih terdapat api dan bara.

Petugas akhirnya berhasil membius Sindi sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, persoalan belum selesai.

Tubuh orangutan tersebut tersangkut di dahan kayu setelah terbius. Petugas kemudian harus memanjat pohon untuk menurunkannya dengan aman.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Sindi akhirnya berhasil diturunkan dari pohon.

Tidak Ditemukan Luka Bakar

Pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik Sindi menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh orangutan tersebut.

Setelah proses rescue selesai, tim bergerak menuju Sampit sekitar pukul 04.30 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pangkalan Bun.

Tim tiba di Pangkalan Bun sekitar pukul 10.00 WIB. Sindi selanjutnya dibawa ke klinik dan fasilitas karantina orangutan milik Yayasan OFI.

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan Sindi dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit. Berdasarkan arahan Kepala Seksi KSDA Wilayah II, Sindi direncanakan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Warga dan Perusahaan Bantu Penyelamatan

Muriansyah menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang telah membantu proses penyelamatan Sindi.

Laporan dari warga dan pihak perusahaan menjadi informasi awal bagi petugas untuk segera melakukan penanganan.

“Terima kasih kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang sudah membantu dalam kegiatan rescue orangutan tersebut,” kata Muriansyah.

Kemunculan Sindi di kawasan HTR Ramban menjadi perhatian karena lokasi tersebut didominasi tanaman kelapa sawit yang kondisinya masih dan sudah terbakar.

Di tengah asap dan bara yang belum sepenuhnya padam, satu individu orangutan berhasil diselamatkan. Sindi kini menjalani proses karantina sebelum direncanakan kembali ke habitat yang lebih aman. (***)