Saatnya Menyentuh Jantung Masalah

Kasus SPBE Pelangsian tidak boleh ditutup dengan sekadar proses hukum berjalan. Ada beberapa langkah yang seharusnya didorong.

Pertama, hasil uji timbang 80 sampel tabung harus diumumkan secara terbuka. Berapa rata‑rata isi per tabung, berapa yang di bawah standar, dan bagaimana dibandingkan dengan batas toleransi teknis.​

Kedua, Pertamina dan pemerintah daerah perlu mengaudit menyeluruh SPBE lain dan agen‑agen penyalur, bukan hanya di lokasi yang sudah kedapatan bermasalah.

Ketiga, mekanisme pengaduan konsumen harus dibuat realistis. Warga yang merasa gasnya cepat habis perlu tahu bisa mengadu ke mana, dan apa yang terjadi setelah mereka melapor.

Dan yang tak kalah penting, media serta masyarakat sipil harus berhenti menganggap permainan takaran sebagai kebiasaan kecil yang wajar.

Dalam komoditas bersubsidi, setiap gram yang sengaja dihilangkan adalah bagian dari subsidi yang dialihkan.

Pada konteks itulah istilah ”cuan kotor” menjadi relevan. Bukan untuk menghakimi sebelum vonis pengadilan, tetapi untuk mengingatkan bahwa bermain di angka timbangan barang subsidi berarti menumpang hidup di atas hak warga yang paling tidak punya daya tawar.

Jika negara serius dengan jargon ”subsidi tepat sasaran”, kasus seperti SPBE Pelangsian harus menjadi titik balik. Bukan sekadar satu berita kriminal yang cepat dilupakan. (redaksi)