• Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperluas sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi dan menggerakkan ekonomi lokal.
• Hingga 24 Februari 2026, empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Mentawa Baru Hulu, Baamang Tengah, dan Kecamatan Parenggean, melayani lebih dari 11 ribu penerima manfaat.
• Dua dapur SPPG tambahan (didukung Polri) di Baamang Barat dan Cempaga Hulu sedang disiapkan untuk segera beroperasi, serta satu SPPG kategori 3T di Desa Tumbang Ramei, Kecamatan Antang Kalang, sedang dalam proses pembangunan.
• Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi, pada Jumat (6/3/2026), menjelaskan penerima manfaat program MBG meliputi siswa sekolah, tenaga pendidik, santri, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
• Program ini melibatkan 177 relawan lokal serta menggandeng supplier dan UMKM setempat untuk pengadaan bahan pangan seperti ayam, ikan, sayur, buah, telur, tahu, tempe, susu, roti, dan kue.
SAMPIT, kanalindependen.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus diperluas.
Hingga 24 Februari 2026 lalu, empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani lebih dari 11 ribu penerima manfaat.
Sejumlah dapur tambahan tengah disiapkan, termasuk di wilayah terpencil atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, mengatakan program MBG menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan, pertumbuhan anak, serta mendukung konsentrasi belajar di sekolah.
”Program ini kami harapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi generasi muda dan kelompok rentan di daerah,” kata Umar Kaderi, Pj Sekda Kotim, Jumat (6/3/2026).

Umar menjelaskan, keempat dapur SPPG yang telah beroperasi di Kotim, letaknya berada di Kelurahan Mentawa Baru Hilir dan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Kemudian, di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, serta Kecamatan Parenggean.
”Masih ada dua dapur lainnya yang sedang dalam tahap persiapan operasional, yakni SPPG Baamang di Kelurahan Baamang Barat serta SPPG Cempaga Hulu di Desa Pelantaran. Kedua dapur ini merupakan SPPG yang berada di bawah dukungan Polri dan direncanakan segera beroperasi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Pemkab Kotim juga memperluas jangkauan program MBG hingga wilayah terpencil. Saat ini Kotim telah memiliki dua SPPG kategori daerah 3T yang berada di Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Telaga Antang.
”Saat ini yang tengah berlangsung proses pembangunan satu dapur SPPG 3T tambahan yang berlokasi di Desa Tumbang Ramei, Kecamatan Antang Kalang,” ujarnya.
Dari sisi penerima manfaat, jumlah warga yang telah dilayani melalui program MBG di Kotim mencapai lebih dari 11.000 orang. Mereka terdiri dari siswa sekolah, tenaga pendidik dan nonkependidikan, santri pondok pesantren, serta kelompok 3B yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita.