• Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan pembangunan gedung serbaguna baru senilai sekitar Rp149 miliar, yang direncanakan tuntas dalam satu tahun anggaran pada 2027. Usulan ini telah disetujui Komisi IV DPRD Kotim dan akan masuk kompilasi RAPBD 2027 pada November 2026.
• Gedung berkapasitas 5.000-7.000 orang ini akan dibangun di lahan sekitar empat hektare dekat Bundaran Balanga, bertujuan untuk memusatkan kegiatan berskala besar dan membebaskan Stadion 29 November dari acara massal.
• Proyek baru ini muncul setelah proyek sebelumnya, Gedung Expo Sampit senilai sekitar Rp31,77 miliar, dinyatakan gagal fungsi dan berujung pada kasus korupsi. Kontraktor pelaksana, Leonardus Minggo Nio, divonis 2 tahun 6 bulan penjara pada 13 Juli 2026.
• Sejak Maret 2026, Gedung Expo Sampit yang terbengkalai tersebut digunakan sementara sebagai asrama prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya.
• Anggaran Rp149 miliar untuk proyek gedung serbaguna baru setara sekitar sepertiga proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kotim 2027 yang sebesar Rp436,96 miliar, di tengah kondisi keuangan daerah yang diakui Bupati Halikinnor sedang tertekan.
SAMPIT, kanalindependen.id – Bangunan megah yang bertahun-tahun bocor di seberang Stadion 29 November itu kini menyuguhkan pemandangan berbeda.
Sejak Maret 2026, ratusan prajurit menjadikan area tersebut sebagai asrama. Proyek Gedung Expo Sampit yang menyerap puluhan miliar rupiah uang daerah ini sebelumnya dinyatakan gagal fungsi dan berujung pada vonis korupsi.
Rumusan alasan serupa, yakni mengembalikan stadion khusus untuk olahraga, dipasang menopang usulan baru: membangun gedung serbaguna senilai sekitar Rp149 miliar.
Usulan bernilai lebih dari empat kali lipat anggaran Gedung Expo Sampit tersebut sudah menembus meja Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim).
Proyek raksasa ini dirancang tuntas hanya dalam satu tahun anggaran, yakni 2027, dengan bersandar pada APBD murni.
”Sudah kami Komisi IV setujui, tetapi agar dibawa ke kompilasi, masuk di program Cipta Karya,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Idi, baru-baru ini.
Pemerintah daerah membidik lahan sekitar empat hektare dekat Bundaran Balanga untuk mendirikan bangunan berkapasitas 5.000 hingga 7.000 orang.
Gedung ini disiapkan untuk memusatkan seluruh kegiatan berskala besar, mulai dari upacara, pameran, hingga ajang olahraga dan balap motor.
Pemkab menyodorkan satu alasan utama, yakni membebaskan ruang publik tengah kota dan stadion dari beban acara massal.
Membuka kembali lembar arsip pemberitaan, dokumen persidangan, dan jejak pernyataan pejabat, Kanal Independen menemukan cetak biru narasi yang berulang.
Nama Halikinnor menjadi benang merah yang mengikat dua masa penganggaran. Dia menjabat Sekretaris Daerah saat Gedung Expo dirancang, lalu duduk di kursi bupati tatkala usulan gedung baru Rp149 miliar mengemuka.
Babak Pertama di Seberang Stadion
Jejak Gedung Expo Sampit ditarik mundur ke telaahan staf 2017. Halikinnor, yang saat itu berstatus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, menyorongkan tujuh kegiatan tahun jamak sebagai program prioritas bupati. Fasilitas pameran masuk dalam daftar tersebut.
Maret 2018, Bupati Kotim saat itu, Supian Hadi, mengumumkan kawasan pameran ala Pekan Raya Jakarta bernilai sekitar Rp40 miliar.
Lokasinya ditunjuk di belakang Gedung Merah, Jalan Tjilik Riwut, tepat berseberangan dengan Stadion 29 November. Supian menyebut kawasan itu kelak mampu menampung riuhnya konser hingga tabligh akbar.
”Jadi nanti stadion khusus untuk kegiatan olahraga,” kata Supian.
Setahun berselang, Halikinnor, yang kala itu menjabat Sekretaris Daerah, menyebut Gedung Expo Sampit mendapat alokasi Rp35 miliar lewat skema tahun jamak.
Proyek ini dipatok wajib berdiri paling lambat 2020 agar Sampit memiliki ruang representatif untuk hajatan nasional.
Supian Hadi turut menegaskan gedung tersebut bisa dipakai untuk pertemuan, pernikahan, hingga konser, demi menjauhkan kegiatan Sampit Expo dari stadion.
Untuk membenahi seluruh kawasan, Halikinnor memperkirakan kebutuhan dana menyentuh angka Rp150 miliar sampai Rp170 miliar.
Pemkab dan DPRD menyepakati anggaran sekitar Rp31,77 miliar dalam dua tahun anggaran, bagian dari skema tahun jamak 2018-2020.
Catatan persidangan kemudian menguliti realitas fisik yang gagal mengejar target kontrak.
Realisasi fisiknya baru tertahan di angka sekitar 73 persen ketika kontrak mendekati jatuh tempo pada November 2020, lalu hanya naik ke 87 persen setelah mendapat napas tambahan bernama adendum.
Penyidik Polda Kalteng menyebut spesifikasi pekerjaan tidak sesuai, sehingga volumenya menyusut dan bangunan gagal fungsi. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kebocoran keuangan negara lebih dari Rp3 miliar.
Tiga orang lebih dulu menerima vonis bersalah, yakni mantan kepala dinas, konsultan pengawas, dan konsultan perencana. Kontraktor pelaksana, Direktur PT Heral Eranio Jaya Leonardus Minggo Nio, menyusul divonis 2 tahun 6 bulan penjara pada 13 Juli 2026.
April 2024, Halikinnor, yang sudah berkalung jabatan bupati, meninjau bangunan yang terbengkalai itu. Masih menilai gedung itu cukup besar dan megah. Kondisi lapangan saat itu menunjukkan sebagian atap bangunan sudah bocor.
Halikinnor menyatakan pemerintah daerah berupaya mencari jalan agar aset tersebut bisa difungsikan.
Agenda pameran yang menjadi landasan argumen pendirian bangunan tetap bernaung di stadion. Rentetan pemberitaan sejak 2015 mencatat Sampit Expo digelar di Stadion 29 November.
Agustus 2025, Sampit Trade Expo kembali menempati area stadion dan mencatat sekitar 40.000 kunjungan selama sepekan.
BACA JUGA: Monumen Bocor Rp35 Miliar: Membedah Skandal Gedung Expo Sampit
Dalih Lama yang Dipanaskan
Mei 2025, Halikinnor meniupkan wacana pendirian gedung pertemuan berkapasitas 10.000 hingga 15.000 orang.
Bupati memproyeksikan panggung dakwah akbar bersama penceramah kondang hingga konser musik di dalamnya. Alasannya, acara di lapangan terbuka rawan disapu cuaca.
Kehadiran gedung itu, menurutnya, memastikan kegiatan besar tak perlu lagi memakai lapangan Stadion 29 November karena rumput untuk lapangan itu mahal, sayang kalau sampai rusak.
Bangunan baru ini nantinya disewakan ke publik demi menyuntik pendapatan asli daerah (PAD). Pada bulan yang sama, ia menyebut semua kegiatan, termasuk expo, bisa dipusatkan di kawasan gedung baru tanpa perlu memakai stadion.
Rabu, 7 Januari 2026, usai upacara HUT ke-73 Kotim, Halikinnor menyebut gedung multiguna ini sebagai program yang sudah diprogramkan. ”Dan saya anggap mendesak,” katanya.
Kapasitasnya dipatok 5.000 sampai 7.000 orang, lengkap dengan arena balap motor. Gedung itu diharapkan menjelma menjadi ikon baru lewat gelaran acara berskala regional hingga nasional.
Malam harinya, sebuah kontras tersaji secara visual. Sampit Expo 2026 dibuka di kawasan Stadion 29 November.
Sebanyak 165 peserta menyesaki pameran yang berlangsung hingga 14 Januari itu, membelakangi pemandangan Gedung Expo Sampit di seberangnya yang dibiarkan mangkrak.
Dua bulan kemudian, keheningan gedung itu pecah. Jumat, 13 Maret 2026, Halikinnor menyambut kedatangan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya di Gedung Expo Sampit.
Gedung yang sebelumnya gagal fungsi tersebut dipakai sementara sebagai asrama usai diperbaiki TNI dengan dana ratusan juta rupiah. Ratusan prajurit menempatinya sembari menanti markas batalyon selesai dibangun.
Paradoks Fiskal Setahun Anggaran
Usulan Rp149 miliar setara lebih dari empat kali lipat anggaran Gedung Expo Sampit. Angka itu juga hampir menyamai batas bawah perkiraan biaya penataan seluruh kawasan expo yang disebut Halikinnor pada 2019.
Perbedaannya, usulan kali ini diarahkan seluruhnya untuk satu proyek gedung.
Skala kapasitasnya dirancang sepuluh hingga empat belas kali lipat melampaui kapasitas Gedung Serbaguna milik Pemkab di Jalan HM Arsyad.
Merujuk laman penyewaan aset daerah, gedung lama tersebut hanya menampung hingga 500 orang dengan tarif sewa mulai Rp3,5 juta.
Usulan biaya ini membentur dinding realitas ruang fiskal yang kian sempit. Dalam KUA-PPAS 2027, PAD Kotim diproyeksikan berada di angka Rp436,96 miliar.
Artinya, harga satu gedung ini setara sekitar sepertiga PAD setahun. Gedung serbaguna ini juga mengambil porsi sekitar 8,6 persen dari total belanja daerah dalam RAPBD 2027 yang dirancang Rp1,736 triliun, angka yang masih bisa berubah.
Agustus 2026, Halikinnor sendiri berterus terang bahwa kemampuan keuangan daerah sedang tertekan akibat menyusutnya transfer dari pemerintah pusat. Bahkan, pada Desember 2025, ia mengakui belum sanggup membangun kantor bupati yang baru.
”Mungkin kalau membangun kantor bupati belum sempat karena anggaran tidak ada,” ujarnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, sebelumnya menguraikan bahwa kegiatan 2026 difokuskan pada tahap persiapan, termasuk pematangan lahan.
Pembangunan fisik gedung utama direncanakan lepas landas pada 2027. Rencana itu, menurutnya, sudah terpatri dalam dokumen RPJMD dan RKPD.
Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur menyebut alur pembahasan anggaran akan memasuki tahap kompilasi RAPBD 2027 sebelum dibawa ke rapat paripurna.
”Iya, November rencananya akan masuk dalam kompilasi APBD 2027,” kata Rudianur, Senin (26/10/2026).
Perihal angka Rp149 miliar, ia menyebut usulan itu dibahas di Komisi IV.
Menilik jejaknya, Gedung Expo Sampit yang anggarannya dibagi dalam dua tahun pun gagal rampung sesuai kontrak. Kini, usulan proyek baru tersebut justru dirancang untuk dikerjakan habis dalam satu tahun anggaran.
Sementara itu, Mentana mengakui laju pekerjaan umum hingga pertengahan Oktober 2026 baru menginjak sekitar 20 persen, berbekal alasan sebagian besar paket baru masuk lelang. Bidang Bina Marga, misalnya, baru berhasil mengontrakkan 32 dari 103 paket pekerjaan.
BACA JUGA: Siklus Usang APBD Kotim: Teguran Keras Halikinnor dan Proyek 20 Persen Pengujung Tahun
Korem 102/Panju Panjung memasang target markas Yonif TP 923/Mentaya rampung pada 2026. Jika target militer itu tercapai, Gedung Expo Sampit akan kembali kehilangan penghuninya, tepat menjelang dimulainya pembangunan gedung serbaguna Rp149 miliar pada 2027. (ign)