• Arus mudik di Pelabuhan Sampit menunjukkan intensitas tinggi menjelang H-3 Idulfitri 1447 Hijriah, dengan ribuan penumpang telah diberangkatkan dan kapal beroperasi penuh.
• Data Posko Angkutan Lebaran mencatat total 5.483 penumpang diberangkatkan dan 968 penumpang turun di Pelabuhan Sampit pada periode 13-18 Maret 2026.
• KM Kelimutu (PT Pelni) dijadwalkan berangkat pada Rabu, 18 Maret 2026, pukul 13.00 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan mengangkut hingga 1.400 penumpang setelah mendapat dispensasi kapasitas yang berlaku hingga 30 April 2026.
• Selain KM Kelimutu, KM Kirana III (PT DLU) akan berangkat pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 13.00 WIB tujuan Surabaya, sementara KM Rucitra VI (PT DLU) akan berangkat pada Rabu, 18 Maret 2026, pukul 00.00 WIB tujuan Semarang.
• Selama masa angkutan Lebaran 13-30 Maret 2026, Pelabuhan Sampit melayani 12 keberangkatan kapal oleh lima armada dari PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama untuk rute Surabaya dan Semarang.
• Aktivitas di terminal penumpang berjalan tertib dan lancar, dengan pelayanan prioritas untuk penumpang lansia dan anak-anak, berkat koordinasi antar stakeholder.
SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung dengan intensitas tinggi.
Memasuki H-3 Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang yang diangkut melalui jalur laut tercatat mencapai ribuan orang, bahkan sejumlah kapal berangkat dengan kapasitas penuh.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, total penumpang yang diberangkatkan sejak 13 hingga 18 Maret 2026 mencapai 5.483 orang, sementara penumpang turun berjumlah 968 orang.
Pantauan Kanal Independen, KM Kelimutu telah sandar di Pelabuhan Sampit pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB dengan membawa 18 penumpang turun.
Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tersebut selanjutnya dijadwalkan berangkat pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan mengangkut hingga 1.400 penumpang.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran, Gusti Muchlis, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan dispensasi kapasitas.
”KM Kelimutu memiliki kapasitas standar 912 penumpang, namun telah mendapatkan dispensasi sehingga diizinkan mengangkut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang. Dispensasi ini berlaku hingga 30 April 2026,” ujar Gusti Muchlis, Rabu (18/3/2026).
Selain KM Kelimutu, pergerakan kapal lainnya juga turut mewarnai arus mudik di Pelabuhan Sampit. Pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dijadwalkan kedatangan KM Kirana III dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa 144 penumpang turun.
Di waktu yang hampir bersamaan, KM Rucitra VI juga tiba dengan membawa 74 penumpang turun.
Untuk jadwal keberangkatan, KM Rucitra VI dengan rute Sampit–Semarang direncanakan berangkat lebih dulu sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan KM Kirana III tujuan Sampit–Surabaya dijadwalkan berangkat pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.00 WIB.
Lebih lanjut Muchlis mengatakan, selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari 13 hingga 30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal yang dilayani oleh lima armada dari dua operator, yakni PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU).
Adapun armada yang dioperasikan terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni, yakni KM Leuser, KM Lawit, dan KM Kelimutu. Sementara dua kapal lainnya milik PT DLU, yakni KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Seluruh kapal tersebut melayani rute Sampit menuju Surabaya dan Semarang.
”Selama arus mudik Lebaran ini ada tujuh kali kunjungan keberangkatan kapal. KM Kelimutu yang berangkat siang ini merupakan kapal kelima, dan masih ada dua kapal lagi yang akan melayani penumpang menuju Semarang dan Surabaya. Sementara lima call lainnya sudah memasuki masa arus balik,” jelasnya.
Di sisi lain, aktivitas di terminal penumpang terpantau berjalan tertib dan lancar meskipun jumlah pemudik cukup padat. Seluruh penumpang terlihat mendapatkan kursi tunggu, sehingga tidak ada yang tak terlayani.
Proses pelayanan juga berlangsung teratur, dimulai dari check-in pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan embarkasi penumpang sekitar pukul 10.00 WIB.
Petugas dari Pelindo turut aktif mengatur arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan maupun desak-desakan.
Penumpang lanjut usia serta mereka yang membawa anak-anak juga mendapatkan prioritas pelayanan.
Sementara itu, porter atau jasa angkut barang diperkenankan lebih dahulu membawa barang bawaan penumpang ke dalam kapal sebelum proses naik dilakukan.
”Alhamdulillah, seluruh aktivitas di terminal penumpang berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ini berkat kerja sama dan koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran,” tandas Muchlis. (hgn/ign)