✨ Intinya sih...

• Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendeteksi 218 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam 24 jam terakhir hingga Selasa, 29 September 2026, pukul 16.00 WIB.
• Data rekapitulasi BMKG dan BPBD Kotim menunjukkan sebaran hotspot tertinggi berada di Kecamatan Seranau dengan 78 titik dan Mentaya Hilir Utara dengan 45 titik.
• Titik panas tersebut juga tersebar luas di berbagai wilayah lain seperti Kota Besi, Pulau Hanaut, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Teluk Sampit, hingga wilayah pedalaman Kotim.
• Seluruh hotspot terdeteksi melalui sensor satelit NOAA-20 dan S-NPP dengan tingkat kepercayaan sedang (30-79 persen), dan memerlukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi aktual.


SAMPIT, Kanalindependen.id
 – Peta titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menunjukkan sebaran yang luas. Dalam 24 jam terakhir hingga Selasa (29/9/2026) pukul 16.00 WIB, terdeteksi 218 titik panas di berbagai wilayah.

Data rekapitulasi BMKG dan BPBD Kotim menunjukkan Kecamatan Seranau dan Mentaya Hilir Utara menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi.

“Keduanya mencatat total 123 titik panas atau lebih dari separuh keseluruhan hotspot yang terdeteksi di Kotim,” ungkpa Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo.

Seranau menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 78 titik. Sebarannya berada di Kelurahan Mentaya Seberang sebanyak 44 titik dan Desa Ganepo 34 titik.

Mentaya Seberang berada tepat di seberang pusat Kota Sampit. Kondisi tersebut membuat perkembangan titik panas di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian, terutama jika kebakaran berkembang dan asap bergerak ke arah permukiman.

Sementara Mentaya Hilir Utara mencatat 45 titik panas. Sebanyak 35 titik berada di Desa Bagendang Tengah, sembilan titik di Bagendang Hilir, dan satu titik di Bagendang Permai.

Seluruh hotspot tersebut terdeteksi melalui sensor satelit NOAA-20 dan S-NPP dengan tingkat kepercayaan sedang, yakni 30–79 persen.

Hotspot Menyebar ke Sejumlah Wilayah

Sebaran titik panas tidak hanya terkonsentrasi di dua kecamatan tersebut. Kota Besi mencatat 28 titik yang tersebar di Kelurahan Kota Besi Hulu, Kandan, Simpur, dan Soren.

Di kawasan muara, Pulau Hanaut terdeteksi 25 titik. Sebarannya antara lain berada di Desa Satiruk dan Hanaut, serta Serambut, Bapinang Hilir, dan Babaung.

Sementara itu, Mentawa Baru Ketapang mencatat 11 titik yang berada di Bangkuang Makmur dan Bapeang.

Kecamatan Baamang juga masih memiliki titik panas dengan total sembilan titik. Sebarannya berada di Baamang Hulu, Baamang Barat, dan Tanah Mas.

Di wilayah selatan, Teluk Sampit terdeteksi tujuh titik panas yang berada di Lampuyang dan Ujung Pandaran.

“Sebaran juga muncul di wilayah pedalaman. Antang Kalang mencatat enam titik, Bukit Santuai empat titik, Telawang tiga titik, serta Mentaya Hulu dan Tualan Hulu masing-masing satu titik,” tambahnya.

Dengan sebaran yang mencakup wilayah pesisir, perkotaan hingga pedalaman, kondisi ini menjadi perhatian bagi tim penanganan karhutla. Titik panas yang terdeteksi satelit tetap memerlukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah merupakan kebakaran aktual dan menentukan kebutuhan penanganannya. (***)