SAMPIT, Kanalindependen.id – Ketegangan luar biasa melanda warga di kawasan Jalan Iskandar 30, RT 012/RW 003, Kelurahan Ketapang, Sabtu siang (2/5/2026). Seekor King Kobra (Ophiophagus hannah) berukuran besar ditemukan bersarang di area pemukiman padat penduduk, memicu kewaspadaan tinggi bagi warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Ancaman maut ini pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Kartini. Ular berbisa tersebut memanfaatkan tumpukan kayu ulin di samping rumah sebagai tempat persembunyian yang sempurna. Keberadaan predator puncak ini segera dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 14.40 WIB setelah warga merasa terancam oleh kehadiran reptil mematikan tersebut.

Merespons laporan tersebut, Peleton III Regu III dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim segera dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 3,6 KM dari Markas Komando. Menggunakan unit Mobil Hilux Merah Rescue, petugas tiba di lokasi dalam waktu singkat untuk melakukan validasi dan persiapan operasi.

Operasi penangkapan dimulai pukul 14.56 WIB di bawah kondisi cuaca yang cerah. Tim yang dipimpin oleh Wakil Komandan Regu III, Sukmana Saleh, bersama tujuh personel lainnya harus bergerak ekstra hati-hati di sela-sela tumpukan kayu ulin.

Dalam waktu 11 menit, petugas berhasil menjinakkan dan mengevakuasi King Kobra tersebut tanpa ada korban jiwa maupun cedera, baik dari pihak warga maupun petugas di lapangan. Operasional dinyatakan selesai pada pukul 15.07 WIB, dan ular tersebut langsung diamankan untuk dijauhkan dari area hunian warga.

Pihak Disdamkarmat Kotim menegaskan agar masyarakat tidak mencoba mengambil risiko dengan menangani sendiri satwa berbahaya semacam ini.

“Segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan satwa berbahaya. Keahlian teknis dan peralatan yang memadai sangat diperlukan untuk menghindari insiden fatal,”  ungkap Kepala Peleton Jaga Disdamkarmat Kotim Supriansyah.

Kanalindependen.id, menilai insiden di Jalan Iskandar 30 ini sebagai alarm bagi masyarakat Sampit. Kayu ulin yang bertumpuk dan sudut-sudut lembap di samping rumah sering kali menjadi “hotel bintang lima” bagi predator berbisa.

Keberhasilan evakuasi oleh Regu III ini patut diapresiasi, namun keamanan sejati tetap berada di tangan warga melalui kebersihan lingkungan. Jangan biarkan pekarangan rumah Anda menjadi tempat sembunyi bagi maut yang tidak terduga. (***)