Intinya sih...

• Puluhan driver ojek online Grab dan Gojek di Sampit membagikan 250 paket takjil kepada warga dan pekerja jalanan menjelang waktu berbuka puasa.
• Kegiatan ini dipusatkan di Jalan DI Panjaitan, Sampit, dengan sebagian takjil juga diantarkan langsung kepada tukang becak dan penjaga depo sampah.
• Seluruh paket takjil berasal dari dana pribadi para driver dan habis dibagikan dalam waktu sekitar 15 menit.
• Pembagian takjil ini merupakan tradisi tahunan yang telah berjalan selama lima tahun setiap bulan Ramadan.
• Menurut perwakilan driver, Fajar, kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas antar driver dan memperkenalkan layanan ojek online kepada masyarakat Sampit.

SAMPIT, Kanalindependen.id — Menjelang waktu berbuka puasa, puluhan driver ojek online terlihat menepi di Jalan DI Panjaitan, Sampit. Biasanya mereka berhenti untuk menunggu orderan masuk. Namun sore itu berbeda. Di tangan mereka bukan ponsel yang sibuk memantau aplikasi, melainkan kantong-kantong berisi takjil.

Satu per satu pengendara yang melintas dihentikan dengan ramah. Senyum para driver menyertai setiap paket takjil yang dibagikan kepada warga.

Dalam waktu singkat, 250 paket takjil yang mereka siapkan langsung berpindah tangan. Menariknya, seluruh takjil tersebut berasal dari dana pribadi para driver Grab dan Gojek di Sampit.

Kegiatan berbagi ini bukan hal baru bagi mereka. Tradisi sederhana ini bahkan sudah berjalan selama lima tahun setiap bulan Ramadan.

“Ini untuk memperkuat solidaritas driver Grab dan Gojek di Sampit,” ujar Fajar, salah seorang perwakilan driver ojol yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Selain mempererat kebersamaan antar driver, kegiatan ini juga menjadi cara mereka memperkenalkan layanan ojek online kepada masyarakat di Kota Sampit.

“Sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Sampit ada Grab dan Gojek,” katanya.

Pembagian takjil dipusatkan di kawasan Jalan DI Panjaitan yang dikenal ramai dilalui warga menjelang berbuka. Namun para driver tidak hanya berhenti di sana.
Sebagian dari mereka juga bergerak mengantarkan takjil secara langsung kepada tukang becak serta penjaga depo sampah yang masih bekerja hingga menjelang magrib.

Bagi para driver, mereka adalah pekerja jalanan yang sering luput dari perhatian.

Antusiasme warga terlihat jelas. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, seluruh paket takjil yang dibagikan langsung habis.

Bagi para driver ojol ini, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk berbagi.

Fajar berharap kegiatan ini bisa terus menjadi tradisi.

“Harapannya setiap Ramadan kegiatan ini bisa menjadi agenda wajib bagi driver ojol untuk berbagi takjil kepada masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kesibukan mengejar orderan dan waktu di jalanan, para driver itu menunjukkan satu hal sederhana: bahwa solidaritas bisa tumbuh dari mana saja—bahkan dari mereka yang setiap hari hidup dari perjalanan ke perjalanan. (***)