Intinya sih...

• Puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, dengan keberangkatan tiga kapal yang mengangkut total 2.683 penumpang tujuan Semarang dan Surabaya.
• Tiga kapal yang diberangkatkan pada 15 Maret 2026 adalah KM Leuser (11.00 WIB), KM Kirana III (12.00 WIB), dan KM Rucitra VI (14.00 WIB).
• Situasi di terminal penumpang terpantau kondusif berkat strategi seperti check-in lebih awal 3-4 jam, pemortalan area terminal, serta pengerahan personel gabungan dari KSOP, TNI, dan Polri.
• Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, mengapresiasi kerja sama instansi dalam mengatasi lonjakan penumpang tanpa penumpukan signifikan, serta memprediksi kenaikan penumpang 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Masa angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit berlangsung dari 13 hingga 30 Maret 2026, dengan tiga keberangkatan kapal terakhir dijadwalkan pada 16 Maret (KM Lawit), 18 Maret (KM Kelimutu), dan 19 Maret (KM Kirana III).

SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit mencapai puncaknya pada Minggu (15/3/2026). Hal itu ditandai dengan berangkatnya tiga kapal dalam waktu berdekatan.

Keberangkatan pertama dimulai dari KM Leuser tujuan Sampit-Semarang pukul 11.00 WIB yang mengangkut sebanyak 1.392 penumpang. Proses check ini dimulai dari jam 07.00 WIB.

Meskipun jumlah penumpang cukup padat, situasi Terminal Penumpang di Jalan Usman Harun terpantau kondusif.

Kedua sisi selatan dan utara yang biasanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua dan roda empat hingga menimbulkan kemacetan dapat diantisipasi dengan pemortalan sementara. Sehingga, area terminal steril dari kendaraan.

Penumpang melakukan proses check in dengan tertib memasuki Terminal Penumpang memenuhi kursi tunggu milik aset Pelindo.

Selain itu, untuk menghindari penumpukkan penumpang, kursi tunggu  di area outdoor dekat dermaga juga terisi penuh. Sehingga, penumpukkan penumpang bisa diantisipasi dengan baik berkat kerjasama puluhan personel gabungan yang siaga penuh di areal Pelabuhan Sampit.

Setelah proses check in selesai, penumpang KM Leuser diarahkan menaiki kapal secara bertahap sekitar pukul 08.00 WIB.

Personel yang siaga di sekitar dermaga juga menjalankan tugasnya dengan baik dengan mengimbau penumpang untuk tidak berdesak-desakan dan tak perlu terburu-buru karena  KM Leuser dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB.

Menghindari penumpang yang berjejal, PT Pelni menyediakan akses dua tangga menaiki kapal, sehingga proses embarkasi penumpang berjalan dengan teratur.

Tiga jam sebelum keberangkatan KM Leuser, situasi dermaga tetap kondusif. Penumpang yang sudah menaiki kapal juga tak dikekang, tetap diberikan izin keluar jika ingin tetap mencari snack atau makanan di sekitar area terminal pelabuhan.

Setelah proses embarkasi penumpang KM Leuser selesai, disusul penumpang KM Kirana III tujuan Sampit-Surabaya yang mengangkut sebanyak 768 penumpang. Kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini dijadwalkan berangkat pukul 12.00 WIB.

Kemudian, dilanjutkan dengan KM Rucitra VI tujuan Sampit-Semarang yang mengangkut sebanyak 523 penumpang. Kapal yang juga milik PT DLU ini dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian juga memastikan strategi penguraian penumpang yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, dengan menerapkan check in penumpang lebih awal sekitar 3-4 jam lebih awal, berhasil mengatasi penumpukkan penumpang yang kerap dikhawatirkan instansi terkait.

Dia tak hanya memastikan semua penumpang terlayani dengan baik, tetapi juga memastikan tak adanya penumpukkan penumpang disekitar terminal pelabuhan.

”Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari instansi terkait yang bersinergi memastikan kelancaran masa angkutan Lebaran. Meskipun terjadi lonjakan penumpang, bisa dilihat sendiri tidak ada penumpukkan yang signifikan di area pelabuhan. Ini semua hasil koordinasi ketat yany kami lakukan mulai dari jajaran KSOP, TNI Polri, jasa penyedia operator kapal, Pelindo yang siap siaga memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit yang datang meninjau langsung situasi dan kondisi penumpang di area pelabuhan,Minggu (15/3/2026).

Tidak hanya itu, Hotman bersama Kadishub Kotim Raihansyah dan Kepala PT Pelni Cabang Sampit,Siti Nafillah serta instansi terkait, semalam sebelumnya juga meninjau tenda-tenda yang disediakan untuk penumpang yang jauh dari Kota Sampit agar bisa beristirahat.

”Operator kapal juga telah menyediakan 10 tiket cadangan. Tadi pagi, ada 9 orang warga dan termasuk pekerja asal NTB yang kehabisan tiket tetapi dibantu agar tetap bisa mudik melalui Surabaya menggunakan KM Kirana III,” ujarnya.

Menurutnya, puncak arus mudik terjadi pada Minggu (15/3/2026), sehingga untuk menganstisipasi penumpukkan penumpang, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait.

”Hari ini bisa kita katakan sudah memasuki puncak arus mudik Lebaran. Karena, ada tiga kapal yang berangkat dengan total angkutan 2.683 penumpang yang meninggalkan Pelabuhan Sampit,” ujarnya.

Meski demikian, masih ada keberangkatan tiga call lagi, yaitu, KM Lawit rute Sampit-Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Senin (16/3/2026). Kapal ini diprediksi mengangkut 1.400 penumpang dengan kapasitas maksimal.

Dilanjutkan, keberangkatan KM Kelimutu pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB dengan tiket terjual sekitar 1.200an dan dipastikan terisi penuh 1.400 sesuai kapasitas maksimal pada hari H keberangkatan.

Kemudian, KM Kirana III yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

”Selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, telah tersedia lima armada yang beroperasi melayani 12 call keberangkatan,” jelasnya.

​KSOP memprediksi, masa angkutan Lebaran 2026 mengalami kenaikan penumpang 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

”Angka ini lebih tinggi dari prediksi rata-rata nasional untuk transportasi laut yang berkisar di angka 6,5 persen hingga 6,7 persen,” ujarnya.

Sementara itu, ​Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, juga meninjau langsung kondisi di area Pelabuhan Sampit untuk memastikan implementasi kalender Kamtibmas terkait pengamanan mudik berjalan maksimal.

MENINJAU: Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain bersama Kepala KSOP Kelas III Sampit dan sejumlah pihak terkait meninjau langsung ke anjungan KM Leuser, Minggu (15/3/2026) siang. (Heny/Kanal Independen)

​”Pemantauan sudah dilakukan sejak malam kemarin, kami melihat situasi aman terkendali. Saya juga mengecek ke anjungan kapal dan penumpang sudah memasuki kapal dengan tertib tanpa kendala berarti,” kata Resky.

​Pihaknya juga telah mengantisipasi lonjakan intensitas kegiatan masyarakat, dengan menurunkan total 250 personel pengamanan.

”Khusus mulai malam tadi dan hari ini untuk area pelabuhan, jumlah personel di Pos Pelayanan ditingkatkan dari 20 menjadi 25 personel. Karena, hari ini kita memasuki puncak arus mudik, kita ingin semuanya berjalan lancar,” tandasnya. (hgn/ign)