• Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan keberangkatan KM Kirana III tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai kapal terakhir.
• Ketua Posko Angkutan Lebaran, Gusti Muchlis, menyatakan jumlah penumpang tahun ini mengalami peningkatan signifikan, sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Berdasarkan data posko, total 6.638 penumpang diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit selama periode 13-19 Maret 2026, sementara 968 penumpang tercatat turun di Sampit.
• Pada hari terakhir layanan mudik (19 Maret 2026), KM Dharma Rucitra VI berangkat menuju Semarang dengan 525 penumpang, dan KM Kirana III menuju Surabaya mengangkut 770 penumpang serta menurunkan 144 penumpang di Sampit.
• Pihak otoritas pelabuhan kini mengalihkan fokus pada persiapan arus balik, dengan gelombang kedatangan penumpang dari Pulau Jawa diperkirakan mulai pada 24 Maret 2026.
SAMPIT, kanalindependen.id – Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit resmi berakhir, Kamis (19/3/2026). KM Kirana III tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi kapal terakhir yang melayani angkutan Lebaran tahun ini.
Aktivitas pemudik yang memadati Pelabuhan Sampit dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dari Kabupaten Kotawaringin Timur menuju Pulau Jawa.
Hampir seluruh armada yang beroperasi tercatat berangkat dengan tingkat keterisian maksimal. Namun, meskipun jumlah penumpang padat, layanan angkutan mudik tetap aman terkendali.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran, Gusti Muchlis, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
”Terjadi peningkatan cukup signifikan. Selain jumlah armada yang lebih banyak, secara persentase kami mencatat kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Muchlis saat diwawancarai awak media, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan data posko, total penumpang yang diberangkatkan selama periode arus mudik 2026 terhitung 13-19 Maret 2026 mencapai 6.638 orang, sedangkan penumpang yang turun di Sampit tercatat sebanyak 968 orang.
Angka tersebut dinilai menjadi indikator positif bagi sektor transportasi laut di wilayah Kotawaringin Timur, sekaligus menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda angkutan laut sebagai pilihan utama mudik.
Pada hari terakhir layanan mudik, dua kapal besar melayani keberangkatan penumpang. KM Dharma Rucitra VI yang berangkat lebih dulu pada Rabu malam menuju Semarang dengan membawa 525 penumpang.
Sementara itu, KM Kirana III menjadi armada penutup yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik PT Dharma Lautan Utama bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan mengangkut 770 penumpang, serta menurunkan 144 penumpang di Sampit.
Secara keseluruhan, selama masa angkutan mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Sampit telah melayani 7 call (kunjungan kapal) dari total 12 call yang direncanakan dalam satu periode operasional.
Seiring berakhirnya arus mudik, pihak otoritas pelabuhan kini mulai mengalihkan fokus pada persiapan arus balik. Gelombang kedatangan penumpang dari Pulau Jawa diperkirakan mulai terjadi dalam waktu dekat.
Gusti Muchlis menyebutkan, kapal penumpang dijadwalkan mulai tiba pada 24 Maret 2026, disusul kedatangan armada lainnya pada hari berikutnya.
”Kami terus berkoordinasi dengan operator kapal terkait ketersediaan tiket arus balik, sekaligus memastikan pelayanan tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (hgn/ign)