Intinya sih...

• Kebakaran melanda tiga bangunan rumah kayu di Jalan Lesa, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (4/4/2026) .
• Laporan kejadian diterima sekitar pukul 13.32 WIB, dan operasi pemadaman serta pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 13.55 WIB.
• Tiga rumah yang terdampak kebakaran dimiliki oleh Agau (50), Nurjaman (30), dan M. Darmawan (50).
• Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
• Penyebab pasti kebakaran yang melahap bangunan berbahan kayu tersebut masih belum diketahui.
• Respons cepat dari warga di lokasi, dibantu petugas pemadam kebakaran, relawan, Polsek, dan Koramil Parenggean, berhasil mencegah api meluas lebih besar.

SAMPIT, Kanalindpenden.id – Siang itu, Jalan Lesa, Kecamatan Parenggean, tak lagi tenang. Asap membumbung cepat, menandai sesuatu yang tak diharapkan: kebakaran yang melahap tiga bangunan rumah kayu dalam waktu singkat.

Laporan pertama masuk sekitar pukul 13.32 WIB. Dua menit berselang, petugas pemadam kebakaran sektor Parenggean langsung bergerak menuju lokasi. Namun ketika tiba pukul 13.40 WIB, kondisi api sudah jauh berkembang dan justru mulai mereda.

Di lapangan, warga lebih dulu berjibaku.

Petugas tidak lagi menghadapi kobaran besar, melainkan langsung masuk pada tahap pendinginan. Situasi yang disebut sudah “kuning” itu perlahan dikendalikan hingga akhirnya dinyatakan aman.

“Setibanya di lokasi, kondisi api sudah ditangani warga. Kami langsung fokus pada pendinginan dan memastikan tidak ada titik api tersisa,” ujar Kepala Pos Pemadam Kebakaran Parenggean, Heriyanoor, Sabtu (4/4/2026).

Dalam waktu relatif singkat, operasi dinyatakan selesai sekitar pukul 13.55 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski tiga rumah milik warga Agau (50), Nurjaman (30), dan M. Darmawan (50) terdampak kebakaran.

Bangunan yang terbakar diketahui berbahan kayu, dengan luas sekitar 15×20 meter persegi. Material ini membuat api cepat menjalar, meski berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area lain.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Di tengah peristiwa itu, terlihat kolaborasi di lapangan. Selain petugas pemadam, relawan dari Al Hadi dan Sejiran turut membantu, bersama unsur Polsek dan Koramil Parenggean.

Heriyanoor menilai, respons cepat warga menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih besar.

“Peran masyarakat sangat membantu. Dengan penanganan awal yang cepat, api tidak sampai meluas ke bangunan lain,” katanya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa dalam situasi darurat, waktu menjadi faktor paling krusial. Selisih menit bisa menentukan seberapa besar dampak yang ditimbulkan.

Di Parenggean, siang itu, tiga rumah memang tak terselamatkan sepenuhnya. Namun berkat reaksi cepat warga, kebakaran tidak berubah menjadi bencana yang lebih luas. (***)