• Kebakaran melanda bangunan semi permanen berukuran 6 x 4 meter milik pasangan lanjut usia (lansia) Masrani (65) dan Bulan (60) di Jalan Niaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Sabtu (7/11/2026) siang.
• Seluruh bangunan tersebut hangus terbakar, namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden ini.
• Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim menerima laporan pada pukul 14.18 WIB dan berhasil mengisolasi api dalam 16 menit sejak tiba di lokasi kejadian.
• Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran dan total taksiran kerugian materiil masih dalam proses pendalaman serta penyelidikan oleh aparat kepolisian setempat.
• Dinas Sosial Kotim dan BPBD Kotim didesak untuk segera menyalurkan bantuan logistik darurat serta memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi korban.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Musibah kebakaran pemukiman kembali menggegerkan warga Kota Sampit. Sebuah bangunan semi permanen berukuran 6 x 4 meter milik pasangan lanjut usia (lansia), Masrani (65) dan Bulan (60), hangus dilalap si jago merah di kawasan Jalan Niaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (7/11/2026) siang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Berdasarkan laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, posko damkar menerima laporan kedaruratan warga pada pukul 14.18 WIB. Armada bersama personel langsung meluncur dua menit berselang dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 14.29 WIB.
Kepala Regu Piket Jaga Disdamkarmat Kotim, Harianto, membeberkan kronologi penanganan cepat yang dilakukan jajarannya hingga api berhasil dikuasai secara total.
“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 14.29 WIB dan memulai pemadaman satu menit kemudian. Api berhasil dilokalisir pada pukul 14.36 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” ujar Harianto, Sabtu (7/11/2026).
Penyebab Masih Didalami, Tiga Armada Damkar Diterjunkan ke Lokasi
Proses pendinginan dimulai pukul 14.37 WIB dan pemeriksaan akhir lokasi tuntas dilaksanakan pada pukul 14.45 WIB untuk memastikan tidak ada lagi sisa sisa bara api di struktur kayu bangunan. Seluruh rangkaian operasi penanganan berakhir resmi pada pukul 14.48 WIB, sebelum personel kembali ke Markas Komando (Mako) Disdamkarmat pada pukul 15.16 WIB.
Dalam upaya pemadaman ini, Disdamkarmat Kotim mengerahkan kekuatan penuh meliputi Armada Tangki 13, Unit Pemadam 05, dan Hilux Rescue, serta mengombinasikan personel gabungan dari Regu III, Regu I, Sektor Eka Bahurui, dan Peleton I.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api maupun total taksiran kerugian materiil yang dialami pasangan lansia tersebut masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan oleh aparat kepolisian setempat.
Kecepatan respons (response time) Disdamkarmat Kotim yang berhasil mengisolasi api hanya dalam tempo 16 menit sejak tiba di lokasi patut mendapat apresiasi tinggi, sebab berhasil mencegah lidah api merembet ke pemukiman padat di kawasan Jalan Niaga. Namun, musibah yang menimpa warga usia lanjut ini menyisakan pelajaran penting bagi keselamatan tata kota.
Dinas Sosial Kotim dan BPBD Kotim didesak untuk segera turun tangan menyalurkan bantuan logistik darurat, pakaian, serta memfasilitasi tempat tinggal sementara yang layak bagi korban Masrani (65) dan Bulan (60).
Dinas Pemadam Kebakaran bersama PLN Rayon Sampit dituntut meningkatkan sosialisasi bahaya korsleting listrik (short circuit), terutama pada bangunan kayu/semi permanen berusia tua yang dihuni kelompok rentan seperti lansia. (***)