• Seorang pemuda berinisial WA (21) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi kaku di rumah almarhumah neneknya di Dusun Lemiring, Desa Ganepo, Kotawaringin Timur, pada Sabtu (7/11/2026) pagi.
• Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kerabatnya, kemudian dilaporkan dan mendapat penanganan dari Polsek Ketapang serta tenaga medis.
• Pihak kepolisian mengonfirmasi adanya lembaran catatan yang ditemukan di lokasi kejadian, yang telah diserahkan kepada pihak keluarga.
• Kapolsek Ketapang AKP Anis menyatakan pihaknya telah melakukan olah TKP awal dan mengevakuasi jenazah korban.
• Keluarga korban menerima kepergian WA secara ikhlas dan meminta agar tidak dilakukan proses pemeriksaan visum maupun autopsi lebih lanjut.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Peristiwa memilukan menggegerkan warga Dusun Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pemuda berinisial WA (21) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi kaku di rumah almarhumah neneknya pada Sabtu (7/11/2026) pagi. Penemuan ini mengejutkan masyarakat setempat yang mengenal korban sebagai sosok pemuda yang ramah dan aktif bergaul.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kerabatnya di rumah yang berada di lingkungan RT 07 Dusun Lemiring, tempat korban selama ini tinggal seorang diri. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa hingga mendapat penanganan intensif dari jajaran Polsek Ketapang dan tenaga medis.
Salah seorang warga setempat, H.K.T., mengenang WA sebagai pribadi yang selalu ceria, murah senyum, serta ringan tangan membantu warga saat ada kegiatan selamatan maupun olahraga sore.
“Anaknya ceria, murah senyum, dan orangnya baik. Dia sering datang ke rumah. Kalau ada kegiatan selamatan, dia juga termasuk yang rajin membantu. Sore hari dia juga sering main bola voli bareng warga,” kenang H.K.T., Sabtu (7/11/2026).
Polisi Evakuasi Jenazah, Pihak Keluarga Terima Ikhlas Kepergian Korban
Terkait desas-desus mengenai ditemukannya lembaran catatan di lokasi kejadian, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa barang tersebut telah diserahkan langsung kepada pihak keluarga. Pihak kepolisian tidak menyampaikan penyebab pasti kematian korban dan menghormati keputusan internal keluarga.
Kapolsek Ketapang AKP Anis membenarkan bahwa jajarannya telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta mengevakuasi jenazah korban dari lokasi.
“Ya benar, sudah kita tangani dan kita evakuasi. Jenazah korban sudah kita serahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga sudah menerima ikhlas dan meminta untuk tidak dilakukan proses pemeriksaan visum maupun autopsi lebih lanjut,” terang AKP Anis.
Setelah proses penyerahan resmi dari kepolisian, jenazah korban disemayamkan oleh pihak keluarga di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Tragedi meninggalnya pemuda di usia produktif 21 tahun di Dusun Lemiring merupakan pelajaran berharga tentang pentingnya sistem pendukung sosial (social support system) bagi generasi muda di wilayah pedalaman. Walaupun korban dikenal aktif bergaul secara lahiriah, dinamika tekanan psikologis atau masalah pribadi sering kali tersembunyi rapat di balik sikap ceria sehari-hari.
Pemerintah Desa Ganepo bersama Tokoh Masyarakat dan Dinas Sosial Kotim didesak untuk lebih peka terhadap kondisi warga yang tinggal seorang diri tanpa pengawasan keluarga inti. Penguatan ruang komunikasi warga, keaktifan Karang Taruna, serta penjangkauan edukasi kesehatan mental hingga ke tingkat dusun menjadi faktor krusial untuk mencegah terjadinya krisis psikologis terisolasi di kawasan seberang Kecamatan Seranau. (***)