• Kebakaran lahan merambat dan membakar sebagian dua bangunan rumah di Kompleks Perumahan Ariyaga, Jalan Pengaringan Permai, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Selasa, 15 September 2026.
• Api diduga berasal dari kebakaran lahan di belakang rumah, kemudian merambat dan mengenai bagian dapur rumah semi permanen milik Muis serta bagian plafon kedua bangunan.
• Peristiwa ini dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 16.03 WIB dan api berhasil dilokalisir pada pukul 17.02 WIB. Operasional pemadaman dinyatakan selesai pukul 18.18 WIB.
• Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, namun dua bangunan terdampak kebakaran dengan kerusakan pada dapur dan plafon.
• Petugas Damkarmat Kotim bersama tim pendukung turut melakukan penyiraman pada area lahan di sekitar rumah untuk mencegah potensi kebakaran kembali. Wakil Bupati Kotim, Irawati, juga meninjau lokasi.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran lahan kembali mengancam permukiman warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Api diduga merambat dari lahan yang terbakar hingga membakar bagian dua bangunan rumah di Kompleks Perumahan Ariyaga, Jalan Pengaringan Permai, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (15/9/2026).
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 16.03 WIB. Hanya satu menit kemudian, petugas bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.05 WIB.
“Saat petugas tiba, api telah membakar bagian dapur salah satu rumah yang terbuat dari kayu serta bagian plafon. Api juga mengenai bagian atas plafon rumah lainnya,” Kepala Regu III Disdamkarmat Kotim Didit Guruh
Berdasarkan laporan Damkarmat Kotim, dugaan sementara api berasal dari kebakaran lahan di belakang rumah. Api kemudian diduga merambat hingga mengenai dapur rumah yang menggunakan material kayu.
“Informasi yang didapat dari pelapor selaku tetangga pemilik rumah, dugaan api berasal dari lahan yang terbakar di belakang rumah sehingga terjadi perambatan api dari lahan yang terbakar ke dapur pemilik rumah yang terbuat dari kayu,” tambahnya.
Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah pertama disebut sedang tidak berada di tempat.
Petugas Damkarmat Kotim bersama dukungan sejumlah pihak langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 17.02 WIB.
Proses pendinginan kemudian dilakukan mulai pukul 17.22 WIB. Petugas juga menyiram area lahan di sekitar rumah untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Operasional pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 18.18 WIB. Petugas kemudian kembali ke Markas Komando Damkarmat dan tiba sekitar pukul 18.44 WIB.
Dalam penanganan tersebut, Damkarmat mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu mobil tangki. Suplai air juga mendapat dukungan mobil tangki dari PT Wilmar dan PT Suka Jadi Sawit Mekar.
Tim Posko Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan turut berada di lokasi. Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati bersama rombongan juga datang ke lokasi kebakaran.
Dua bangunan yang terdampak masing-masing berukuran sekitar 3 x 6 meter. Bangunan pertama merupakan rumah semi permanen dengan bagian dapur nonpermanen berbahan kayu yang terbakar serta bagian plafon. Bangunan kedua juga mengalami kebakaran pada bagian plafon.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Pemilik bangunan pertama diketahui bernama Muis, sekitar 35 tahun, dengan empat orang penghuni. Sementara identitas pemilik bangunan kedua belum diketahui karena ketua RT dan warga sekitar tidak mengetahui pemiliknya.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana kebakaran lahan dapat dengan cepat menjadi ancaman bagi permukiman, terutama ketika api berada di sekitar rumah warga.
Petugas setelah pemadaman tidak hanya memastikan bangunan aman, tetapi juga melakukan penyiraman pada lahan di sekitar lokasi untuk mencegah api kembali menjalar.
Hingga operasional berakhir, situasi kebakaran dinyatakan aman dan terkendali.(***)