✨ Intinya sih...

• Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Nugroho Kuncoro Yudho, mengingatkan ibu hamil di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tentang ancaman asap karhutla terhadap janin.
• Kualitas udara yang buruk akibat asap, khususnya partikel halus PM2.5, dapat mempengaruhi kebutuhan oksigen dan nutrisi janin yang bergantung pada ibu melalui plasenta.
• Paparan polusi udara selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
• Ibu hamil disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan respirator N95 atau KN95 jika terpaksa keluar, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu/jendela dan menghindari sumber polusi lain.
• Pemeriksaan kehamilan harus tetap dilakukan sesuai jadwal, dan pertolongan medis segera dicari jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau nyeri dada, seperti disampaikan Nugroho pada Rabu (7/10/2026).

SAMPIT, Kanalindependen.id – Amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak sekadar mengancam jarak pandang lalu lintas atau melumpuhkan aktivitas ekonomi. Di balik racun kabut asap yang merayap hingga ke dalam rumah warga, terdapat ancaman biologis terselubung (silent threat) yang membahayakan kelompok paling rentan: ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Nugroho Kuncoro Yudho, mengingatkan pentingnya mengurangi paparan asap bagi ibu hamil ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

“Janin memang tidak menghirup udara secara langsung seperti orang dewasa. Namun, kebutuhan oksigen dan nutrisi janin bergantung pada kondisi ibu melalui plasenta,” katanya, Rabu (7/10/2026).

Karena itu, kualitas udara yang dihirup ibu menjadi bagian dari persoalan yang perlu diperhatikan selama kehamilan.

Salah satu polutan yang menjadi perhatian adalah partikel halus PM2.5. Ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Paparan polusi udara dan asap kebakaran selama kehamilan dalam berbagai penelitian dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Namun, hubungan tersebut merupakan risiko pada tingkat populasi dan bukan berarti setiap ibu hamil yang terpapar asap pasti mengalami komplikasi.

Kondisi kehamilan dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari kesehatan ibu, kecukupan gizi, infeksi, usia kehamilan, kondisi sosial, akses layanan kesehatan hingga lingkungan.

“Karena itu, perlindungan tidak harus menunggu sampai muncul keluhan berat,” katanya.

Ibu hamil disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap sedang tebal. Jika harus keluar, penggunaan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.

Namun, masker bukan berarti seseorang aman untuk tetap berada lama di tengah kepungan asap.

Udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Pintu dan jendela dapat ditutup ketika kondisi luar dipenuhi asap, sementara sumber polusi lain seperti asap rokok sebaiknya tidak ada di dalam rumah. Penyaring udara dengan filter HEPA dapat digunakan jika tersedia.

“Pemeriksaan kehamilan juga tetap perlu dilakukan sesuai jadwal,” sarannya.

Nugroho mengingatkan agar ibu hamil segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, pusing berat, kehilangan kesadaran, atau keluhan kehamilan yang mengkhawatirkan.

Perlindungan tidak berhenti setelah bayi lahir. Sistem pernapasan bayi masih berkembang sehingga bayi juga termasuk kelompok yang rentan terhadap kualitas udara buruk.

Dalam kondisi karhutla, perlindungan terhadap ibu hamil dan bayi tidak hanya menjadi urusan mereka sendiri. Keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran untuk mengurangi paparan, terutama ketika asap mulai memenuhi ruang hidup.

Karhutla akhirnya bukan hanya persoalan titik api dan luas lahan terbakar. Dampaknya bisa masuk sampai ke rumah, ruang perawatan, dan kehidupan yang bahkan belum lahir.

Di balik kabut asap yang terlihat dari jalan, ada paparan yang tidak selalu terlihat. Dan di dalam tubuh seorang ibu, ada janin yang bergantung pada kondisi tubuh serta udara yang dihirup ibunya. (***)