• Seorang pemuda berinisial DM (25) ditangkap karena diduga melakukan penjarahan 55 janjang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit seberat 410 kg di perkebunan PT Karya Makmur Bahagia (KMB), Kotawaringin Timur.
• Aksi penjarahan terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, di Blok U21A Divisi 4 Gunung Makmur Estate, Desa Luwuk Kowan, Kecamatan Antang Kalang.
• DM diringkus oleh petugas keamanan perusahaan saat berpatroli, bersama barang bukti berupa TBS curian dan satu unit sepeda motor Honda Revo KH 3594 QU yang telah dimodifikasi untuk mengangkut hasil jarahan.
• Akibat kejadian ini, PT KMB diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp1.291.500.
• DM kini ditahan di Unit Reskrim Polsek Antang Kalang untuk penyidikan, sementara satu pelaku lain yang terlibat berhasil melarikan diri dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
SAMPIT, Kanalindependen.id – Sirkuit keamanan industri perkebunan kelapa sawit di wilayah hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali diguncang oleh aksi penjarahan komoditas. Upaya membawa kabur puluhan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari konsesi raksasa kelapa sawit berhasil digagalkan oleh patroli internal perusahaan. Seorang pemuda berinisial DM (25) tidak berkutik saat diringkus jajaran keamanan di kawasan perkebunan PT Karya Makmur Bahagia (KMB), Desa Luwuk Kowan, Kecamatan Antang Kalang, sementara satu kolega kejahatannya berhasil meloloskan diri ke dalam lebatnya hutan.
Aksi Kepergok Petugas Patroli di Blok U21A Gunung Makmur Estate
Eksekusi penjarahan ini meletus pada Rabu siang (8/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, tepatnya di koridor Blok U21A Divisi 4 Gunung Makmur Estate (GMKE). Kasus ini berhasil diendus berkat kejelian petugas keamanan perusahaan yang sedang melancarkan sirkuit patroli rutin di kawasan rawan konflik perkebunan tersebut.
Saat melintasi blok tersebut, kesunyian kebun pecah oleh suara mencurigakan berupa tumbukan keras and jatuhnya buah sawit dari pohon. Menaruh kecurigaan tinggi lantaran tidak ada manifes jadwal aktivitas panen resmi di blok tersebut, petugas bergerak taktis merangsek ke sumber suara. Di sana, mereka memergoki dua pria sedang memanen TBS secara ilegal. Menyadari aksinya terendus, kedua pelaku langsung kocar-kacir berusaha meninggalkan lokasi persekongkolan mereka.
Manifes Barang Bukti Ronjong Sawit dan Buronnya Satu Eksekutor
Melihat para penjarah berusaha kabur, petugas pengamanan langsung membangun sirkuit koordinasi kilat untuk memblokade seluruh pintu keluar areal perkebunan. Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko membenarkan bahwa perburuan di dalam kebun tersebut berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku yang tertangkap basah di jalur pelarian.
“Saat dilakukan pengejaran, petugas keamanan berpapasan dengan salah satu terduga pelaku berinisial DM yang mengendarai sepeda motor sambil membawa ronjong berisi tandan buah sawit. Ketika dimintai keterangan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan ataupun menjelaskan asal-usul buah sawit tersebut,” urai AKP Edy Wiyoko saat merilis manifes penangkapan pada Jum’at (10/7/2026).
Petugas di lapangan langsung mengunci DM bersama sejumlah manifes barang bukti sitaan: Armada Operasional: Satu unit sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi KH 3594 QU yang telah dimodifikasi menggunakan keranjang ronjong besi/bambu. Volume Hasil Jarahan: Sebanyak 55 janjang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dengan akumulasi berat kotor mencapai 410 kilogram.
Akibat penjarahan ini, PT KMB diprediksi mengalami kerugian material nominal sebesar Rp1.291.500. DM kini telah resmi dijebloskan ke sel tahanan Unit Reskrim Polsek Antang Kalang untuk menjalani sirkuit penyidikan rigid, sementara satu pelaku lain yang berhasil meloloskan diri kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) and terus diburu intensif.
Tertangkapnya DM bersama 410 kilogram buah sawit curian di Blok U21A Gunung Makmur Estate bukan sekadar kasus pencurian kelas teri biasa, melainkan refleksi dari suburnya ekosistem sirkuit pasar gelap sawit ilegal yang terorganisir di wilayah pedalaman Kotim. Volume 55 janjang sawit dengan berat hampir setengah ton bukanlah barang yang bisa disembunyikan di dalam saku celana atau dikonsumsi pribadi. Fakta bahwa pelaku nekat membawa ronjong besar menggunakan motor Revo membuktikan bahwa mereka sangat percaya diri bahwa barang haram hasil jarahan ini memiliki sirkuit penampung (penadah) yang siap mencuci buah curian tersebut menjadi uang tunai tanpa dokumen resmi.
Kanal Independen memberikan catatan investigatif yang tajam and menolak kompromi. Menjebloskan DM yang hanya bertindak sebagai buruh pemetik di lapangan ke dalam penjara tidak akan pernah menyelesaikan konflik agraria and pencurian kelapa sawit di Kotim.
Polsek Antang Kalang and Polres Kotim jangan hanya bangga karena berhasil menyita motor Revo and buah sawit senilai 1,2 juta rupiah. Ujian profesionalisme kepolisian yang sesungguhnya adalah melacak ke mana arah motor KH 3594 QU itu akan bergerak menjual buah tersebut? Di mana koordinat peron, ram, atau pengepul kelapa sawit ilegal hulu yang selama ini menampung TBS curian di kawasan Desa Luwuk Kowan?
Penyidik wajib membongkar sirkuit jaringan penadah ini, karena para spekulan and penadah ilegal itulah yang menjadi bahan bakar utama yang merusak iklim investasi sekuritas perkebunan sekaligus memicu konflik sosial yang ugal-ugalan di sisa tahun 2026 ini. Potong gurita penadahnya, maka dengan sendirinya sirkuit pencurian di tingkat tapak akan lumpuh total. (***)