• Lonjakan penumpang kapal dari Pelabuhan Sampit menuju Pulau Jawa mulai terlihat pada H-9 Lebaran 2026, tepatnya Rabu (11/3/2026).
• Pada 11 Maret 2026, PT Dharma Lautan Utama (DLU) memberangkatkan KM Kirana III ke Surabaya dengan 766 penumpang dan KM Rucitra VI ke Semarang dengan 524 penumpang.
• PT DLU telah mendapatkan dispensasi penambahan kapasitas penumpang dari KSOP Kelas III Sampit yang berlaku sejak 9 Maret 2026.
• Jadwal keberangkatan arus mudik DLU meliputi KM Kirana III rute Sampit-Surabaya pada 15 dan 19 Maret 2026, serta KM Rucitra VI rute Sampit-Semarang pada 15 dan 18 Maret 2026.
• Puncak arus mudik diprediksi pada 15, 18, dan 19 Maret 2026, di mana tiket untuk tanggal tersebut telah habis terjual.
SAMPIT, kanalindependen.id – Memasuki H-9 Lebaran 2026, lonjakan penumpang kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pulau Jawa mulai terlihat.
Hal itu dilihat dari situasi Terminal Penumpang di Pelabuhan Sampit pada Rabu (11/3/2026) yang terpantau ramai dipenuhi ratusan penumpang. Mereka mulai melakukan proses check in sekitar jam 06.00 WIB atau tiga jam sebelum jam keberangkatan.
Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Kacung Muhadi mengatakan, ada dua kapal DLU yang diberangkatkan jam 09.00 WIB, yaitu KM Kirana III tujuan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengangkut 766 penumpang plus 50 unit kendaraan dan KM Rucitra VI keberangkatan jam 12.00 WIB tujuan ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengangkut 524 penumpang dan 41 unit kendaraan campuran.
”Keberangkatan hari ini untuk dua kapal yang berangkat meninggalkan Sampit ada 1.290 penumpang. Di H-9 Lebaran ini, sudah mulai terlihat adanya peningkatan,” ujar Kacung Muhadi, Manager PT DLU Cabang Sampit, Rabu (11/3/2026).
Kabar baiknya, PT DLU telah mendapatkan dispensasi penambahan kapasitas penumpang, sehingga jumlah penumpang yang diberangkatkan bisa lebih maksimal.
Selain itu, pihaknya sudah membuka sistem penjualan tiket untuk kuota tambahan setelah dispensasi diberikan oleh KSOP Kelas III Sampit.
Selama masa angkutan Lebaran 2026, DLU menyediakan dua armada KM Kirana III berkapasitas 598 penumpang rute Sampit-Surabaya dan KM Rucitra VI berkapasitas 372 penumpang yang melayani rute Sampit-Semarang.
Namun, setelah mendapatkan dispensasi, jumlah penumpang bisa lebih dimaksimalkan sesuai ketentuan yang berlaku.
”Dispensasi sudah diberikan per 9 Maret 2026, sehingga keberangkatan dua kapal hari ini, itu sudah melebihi kapasitas standar, namun tetap ada batasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Pada masa angkutan arus mudik Lebaran, PT DLU masih melayani dua trip keberangkatan KM Kirana III rute Sampit-Surabaya pada tanggal 15 dan 19 Maret.
Kemudian, dua trip keberangkaran KM Rucitra VI rute Sampit-Semarang pada tanggal 15 dan 18 Maret 2026.
”Selama masa angkutan Lebaran DLU menjadwalkan 8 call keberangkatan, yang terbagi atas 4 kali keberangkatan menuju Semarang dan 4 kali keberangkatan menuju Surabaya. Sedangkan untuk arus balik, telah disiapkan sebanyak 3 kali keberangkatan,” ujarnya.
Dia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan data penjualan tiket untuk keberangkatan tanggal 15, 18 dan 19 Maret 2026 penjualan tiket sudah habis terjual.
“Puncak arus mudik kami prediksikan berlangsung pada tanggal 15, 18 dan 19 Maret. Kami pastikan penumpang terisi penuh sesuai denyan kapasitas muatan kapal yang telah dimaksimalkan sesuai dispensasi yang diberikan,” tandasnya. (hgn/ign)