- H. Nadalsyah, mantan Bupati Barito Utara yang akrab disapa Koyem, meninggal dunia pada Senin malam, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 19.11 WIB di RS Siloam Jakarta.
- Almarhum wafat pada usia 61 tahun, setelah menjabat sebagai Bupati Barito Utara dua periode (2013-2018 dan 2018-2023) serta sempat maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Kalteng 2024.
- Jenazah direncanakan dibawa ke Muara Teweh pada Senin malam dan akan dimakamkan di kompleks Islamic Center Muara Teweh, lokasi Masjid H Muhammad Sidik yang diresmikannya pada 20 Mei 2023.
- Unggahan terakhir di akun Facebook Nadalsyah pada 10 September 2026, kurang dari sebulan sebelum wafat, menampilkan potret rombongan motor trail.
- Selama menjabat, ia pernah menjelajah jalan alternatif ke Palangka Raya melalui Desa Lemo pada 19 Februari 2019.
- Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari keluarga mengenai penyebab wafat dan jadwal pasti pemakaman.
SAMPIT, kanalindependen.id – Kurang dari sebulan sebelum wafat di Jakarta pada Senin malam (5/10/2026), sebuah potret rombongan motor trail di jalan tanah muncul di akun Facebook H Nadalsyah.
Unggahan bertanggal 10 September 2026 itu menjadi yang terakhir tampak di akun mantan Bupati Barito Utara yang akrab disapa Koyem ini. Setelahnya, tak ada lagi publikasi baru hingga hari ia berpulang.
Tidak diketahui pasti kapan foto diambil. Seorang warganet menyebut potret itu merupakan kenangan touring ke Durian Ramba.
Kolom komentar dipenuhi doa agar ia sehat. Akun Mster T mengenang kehadiran Koyem sebagai saksi pernikahannya pada 2021 dengan menulis, “Pesan bapak sllu saya ingat, terlepas dari urusan POLITIK. kita semua saudara”.
Satu akun menulis di unggahan itu, “Trabas pembukaan jalur lintas Provinsi tetap terukir dalam sejarah”.
Akun Sakura M menulis, “Karya mu selalu dikenang di hati.”
Seorang warganet dari Barito Selatan ikut mendoakan, dan satu akun dari Pulang Pisau menitip salam.
Akun Reefani Petualang Romantis mengaku sudah pensiun, tapi “jujur kangen jalur trail super extrime Ranjah Daeh”. Akun Arul menulis, “Sehat selalu pak jangan kasih kendor gass.”
Jalan Alternatif ke Palangka Raya
Koyem pernah menjajal jalan alternatif ke Palangka Raya. Pemerintah Kabupaten Barito Utara mencatat bahwa pada 19 Februari 2019 ia menjelajah bersama puluhan rider lewat jalur Desa Lemo untuk melihat akses jalan.
Lemo adalah desa kelahirannya. Menurut Pemkab saat itu, jalan alternatif diperkirakan dapat memangkas sekitar 100 kilometer perjalanan ke ibu kota provinsi. Sebuah ruas jalan menuju Durian Ramba disebut Jalan Nadalsyah.
Wafat di Jakarta dan Rencana Pemakaman
Kabar kepergiannya menyebar pada malam yang sama. Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, Koyem meninggal dunia sekitar pukul 19.11 WIB di RS Siloam Jakarta.
Jenazah direncanakan dibawa ke Muara Teweh pada Senin malam. Adapun pemakamannya direncanakan di kompleks Islamic Center Muara Teweh.
Kompleks itu berpusat pada Masjid H Muhammad Sidik Islamic Center, yang diresmikan Koyem pada 20 Mei 2023 bersama Ustaz Abdul Somad saat ia menjabat bupati. Ia menyatakan pembangunannya tidak memakai dana APBD Barito Utara.
Kabar Duka dan Rekam Jejak
Pesan duka yang beredar memohon maaf atas nama keluarga jika almarhum, putra H Anton Idris, pernah khilaf.
Junaidi dari DPD Partai Demokrat Kalteng, menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga diberi ketabahan.
Koyem lahir pada 12 Maret 1965 sehingga wafat di usia 61 tahun. Ia menjabat Bupati Barito Utara dua periode, 2013 sampai 2018 dan 2018 sampai 2023, lalu maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Kalteng 2024.
Redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari keluarga tentang penyebab wafat, cabang RS Siloam tempat almarhum wafat, dan jadwal pasti pemakaman hingga berita ini ditulis. (hgn/ign)