Intinya sih...
  • BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memprakirakan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengalami hujan ringan hingga sedang yang lebih sering menjelang Ramadan 1447 Hijriah, sehingga suhu udara terasa lebih sejuk.
  • Kepala BMKG Sampit, Mulyono Leonardo, menjelaskan bahwa periode 1 hingga 10 Maret 2026 akan didominasi hujan ringan sampai sedang, dengan prakiraan curah hujan kategori menengah (200-300 milimeter) untuk bulan Maret secara keseluruhan.
  • Kondisi cuaca yang relatif sejuk ini diprediksi akan bertahan hingga akhir Maret 2026, dengan suhu udara tidak sepanas awal tahun.
  • Pola hujan di Kotim pada periode ini dianggap normal, selaras dengan siklus klimatologi tahunan yang mencatat puncak musim hujan pertama pada Desember 2025 dan puncak kedua pada April 2026.
  • BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru karena prakiraan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika fenomena alam.

SAMPIT, Kanalindependen.id – Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, langit di atas Kabupaten Kotawaringin Timur seolah membawa pesan menenangkan. Setelah melewati hari-hari panas di awal tahun, warga Kotim kini berpeluang menjalani ibadah puasa dengan suasana yang lebih bersahabat. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan akan lebih sering turun, menghadirkan udara yang terasa lebih adem.

Kabar ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Mulyono Leonardo. Ia menjelaskan, pada periode 1 hingga 10 Maret 2026, hujan dengan intensitas ringan sampai sedang masih akan mendominasi wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Prakiraan hujan di bulan Maret ini masuk kategori menengah, sekitar 200 sampai 300 milimeter. Kemungkinan bulan Ramadan akan lebih adem, mudah-mudahan tidak terlalu panas,” ujar Mulyono.

Tak hanya di awal bulan, kondisi cuaca yang relatif sejuk ini diperkirakan akan bertahan hingga akhir Maret. Suhu udara diprediksi tidak sepanas awal tahun kemarin, ketika hujan sempat berkurang dan panas terasa lebih menyengat.

Menurut Mulyono, secara umum sifat hujan di Kotim pada periode tersebut masih tergolong normal. Pola ini selaras dengan siklus klimatologi tahunan yang memang rutin terjadi di wilayah ini.

BMKG mencatat, Kotim memiliki dua puncak musim hujan dalam satu tahun. Puncak pertama terjadi pada Desember 2025. Setelah itu, curah hujan menurun pada Januari dan membuat cuaca terasa lebih panas. Memasuki Februari hingga Maret, hujan kembali turun secara bertahap.

“Pada bulan April nanti akan kembali terjadi puncak kedua musim hujan. Itu memang siklus tahunan di Kotim,” jelasnya.

Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru. Prakiraan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung dinamika dan fenomena alam yang terjadi.

Setidaknya, kabar dari langit ini memberi harapan. Ramadan tahun ini berpeluang hadir dengan udara yang lebih sejuk, menemani sahur dan berbuka warga Kotim dengan suasana yang lebih nyaman. (***)