• Pada Jumat (20/2) sekitar pukul 13.15 WIB, sebuah gerai BRILink di Jalan HM Arsyad, Sampit, dirampok oleh seorang pria bersenjata tajam. Admin Yuniar Tia Kurnia (27) ditodong dan uang tunai sekitar Rp9 juta raib.
• Kurang dari 24 jam sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama Marni juga menjadi korban perampokan disertai penganiayaan di rumahnya di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, dan mengalami luka bacok.
• Aparat dari Polres Kotawaringin Timur dan Polsek Ketapang telah melakukan penyelidikan terhadap kedua kasus kriminal tersebut.
• Rangkaian kejadian ini menimbulkan kecemasan baru bagi warga Sampit, mendorong polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
SAMPIT, Kanalindpenden.id – Siang hari di Jalan HM Arsyad, Kota Sampit, mendadak berubah tegang. Di depan Mentari Swalayan area yang biasanya ramai aktivitas warga sebuah gerai BRILink Arza Jaya Grup menjadi sasaran perampokan bersenjata tajam, Jumat (20/2) sekitar pukul 13.15 WIB.
Di dalam gerai, hanya ada satu orang. Yuniar Tia Kurnia (27), admin BRILink, tengah bertugas seorang diri ketika seorang pria tak dikenal masuk, menutup pintu, dan langsung menodongkan senjata tajam ke arah dadanya.
“Saya ditodong. Karena takut, semua uang saya masukkan ke tas pelaku,” ujar Tia.
Sekitar Rp9 juta uang tunai raib. Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Teriakan korban sempat mengundang perhatian warga sekitar, namun pelaku berhasil kabur sebelum sempat dihentikan.
Aparat dari Polres Kotawaringin Timur langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan. Polisi mengimbau pelaku usaha, khususnya yang beraktivitas seorang diri dan menyimpan uang tunai, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Namun peristiwa di Jalan HM Arsyad bukan kejadian tunggal.
Kurang dari 24 jam sebelumnya, dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, suasana sunyi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, juga pecah oleh aksi kriminal. Marni, seorang ibu rumah tangga, menjadi korban perampokan disertai penganiayaan di rumahnya sendiri.
Warga yang mendengar suara mencurigakan mendatangi lokasi dan menemukan korban sudah terluka akibat bacokan senjata tajam. Marni kemudian dievakuasi ke RSUD dr Murjani untuk mendapatkan perawatan medis.
“Awalnya sepi. Tiba-tiba terdengar suara aneh. Waktu kami lihat, korban sudah terluka,” kata Fahmi, warga sekitar.
Aparat dari Polsek Ketapang melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku.
Dua lokasi berbeda. Dua korban berbeda. Waktu yang berdekatan.
Bagi warga Sampit, rangkaian kejadian ini menimbulkan kecemasan baru. Jika dini hari rawan, kini siang hari pun tak sepenuhnya aman. Rumah dan ruang usaha kecil tempat warga bertahan hidup kian terasa rentan.
Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Sementara warga berharap, penanganan serius dilakukan agar rasa aman tak terus terkikis oleh peristiwa yang berulang. (***)