• Sebanyak 674 titik panas terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam 24 jam terakhir, berdasarkan rekapitulasi BMKG dan BPBD Kotim per Sabtu (5/9/2026) pukul 16.00 WIB.
• Konsentrasi tertinggi titik panas berada di wilayah selatan dan pesisir Kotim, meliputi Kecamatan Pulau Hanaut (142 titik), Teluk Sampit (129 titik), Mentaya Hilir Utara (103 titik), dan Mentaya Hilir Selatan (64 titik).
• Empat kecamatan tersebut secara kumulatif menyumbang 438 titik panas atau sekitar 65% dari total, dengan Desa Lampuyang (Kecamatan Teluk Sampit) mencatat 124 titik.
• Berbeda dengan wilayah selatan, sejumlah kecamatan di bagian utara Kotim seperti Tualan Hulu dan Cempaga hanya mencatat masing-masing satu titik panas.
• Dari total titik panas, 659 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah (30-79%), sementara 11 titik masuk kategori kepercayaan tinggi (sekitar 80%).
• Tingginya konsentrasi titik panas di wilayah selatan dan pesisir menjadi perhatian serius bagi Satgas Karhutla Kotim untuk memprioritaskan pemantauan dan penanganan guna mencegah kebakaran meluas.
SAMPIT. Kanalindependen.id – Sebaran titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menunjukkan konsentrasi tinggi di wilayah selatan dan pesisir. Sementara itu, sejumlah kecamatan di bagian utara mencatat jumlah titik panas yang jauh lebih rendah.
Berdasarkan rekapitulasi BMKG dan BPBD Kotim yang diperbarui Sabtu (5/9/2026) pukul 16.00 WIB, terdapat 674 hotspot yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir.
Konsentrasi tertinggi tercatat di Kecamatan Pulau Hanaut dengan 142 hotspot. Berikutnya Teluk Sampit sebanyak 129 titik, Mentaya Hilir Utara 103 titik, dan Mentaya Hilir Selatan 64 titik.
Empat kecamatan tersebut secara kumulatif menyumbang 438 hotspot atau sekitar 65 persen dari total titik panas yang terdeteksi di Kotim.
Kondisi paling mencolok terlihat di sejumlah desa. Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, menjadi salah satu titik dengan konsentrasi hotspot tertinggi. Wilayah ini tercatat memiliki 124 titik panas.
Di Kecamatan Pulau Hanaut, konsentrasi hotspot juga cukup tinggi. Desa Hantipan menyumbang 58 titik, sedangkan Desa Bantian tercatat memiliki 36 titik panas.
Sebaran tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Kondisinya berbeda dengan sejumlah kecamatan di bagian utara yang mencatat jumlah hotspot relatif rendah.
Kecamatan Tualan Hulu dan Cempaga masing-masing hanya terdeteksi satu hotspot. Sementara Telaga Antang tercatat empat titik, Bukit Santuai lima titik, dan Antang Kalang sebanyak 10 titik.
Dari total 674 hotspot, BMKG mencatat 659 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah atau confidence level 30–79 persen.
Sebanyak 11 titik masuk kategori kepercayaan tinggi dengan tingkat keyakinan kurang lebih 80 persen. Sementara empat titik lainnya berada pada kategori rendah dengan tingkat kepercayaan kurang lebih 29 persen.
Tingginya konsentrasi hotspot di wilayah selatan dan pesisir menjadi perhatian serius di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung.
Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar bagi Satgas Karhutla Kotim untuk menentukan prioritas pemantauan dan penanganan, terutama pada wilayah yang menunjukkan konsentrasi titik panas tinggi.
Pemadaman darat maupun dukungan operasi udara diperlukan untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap permukiman serta kualitas udara masyarakat. (***)