• PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menerapkan tarif tuslah bertahap menjelang Lebaran 1447 H untuk menutupi lonjakan biaya operasional dan mendorong masyarakat mudik lebih awal.
• Tarif tuslah naik 20% berlaku pada periode 27 Februari - 10 Maret 2026 (tahap empat), dan akan naik 40% pada periode 11-19 Maret 2026 (tahap lima) dari harga normal.
• Tarif normal untuk rute Sampit-Surabaya adalah Rp 325.000 dan Sampit-Semarang Rp 300.000; DLU sebelumnya juga memberikan program diskon tarif.
• DLU menyediakan dua armada (KM Kirana III dan KM Rucitra VI) dengan total 8 jadwal keberangkatan (4 ke Semarang, 4 ke Surabaya) dan 3 jadwal arus balik selama masa angkutan Lebaran.
• Manajer DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, memprediksi puncak arus mudik pada pertengahan Maret 2026, dengan tiket keberangkatan 15 Maret 2026 sudah habis terjual.
• Tiket masih tersedia untuk keberangkatan 18 Maret (tujuan Semarang) dan 19 Maret (tujuan Surabaya).
SAMPIT, kanalindependen.id – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menerapkan tarif tuslah (penambahan biaya di luar tarif normal) secara bertahap hingga menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
Pemberlakuan tarif tuslah selain untuk menutupi lonjakan biaya operasional, juga untuk mendorong masyarakat melakukan mudik lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang.
”Saat ini sudah masuk tahap empat, terhitung periode 27 Februari -10 Maret dengan penyesuaian tarif naik 20 persen dan pada tahap lima periode 11-19 Maret tarif tiket kapal naik 40 persen dari harga normal,” kata Kacung Muhadi, Manager PT DLU Cabang Sampit saat diwawancarai di Dermaga Pelabuhan Sampit, Jumat (6/3/2026)
Di tahap sebelumnya, DLU juga menawarkan program diskon tarif 20 persen terhitung 20 Januari – 8 Februari 2026 dan diskon tarif 15 persen dari periode 20-26 Februari 2026.

Tarif normal untuk rute Sampit-Surabaya dikenakan seharga Rp 325.000 dan tarif tiket rute Sampit-Semarang seharga Rp 300.000.
Dari pantauan Kanal Independen, pergerakan penumpang rute Sampit–Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WIB terpantau ramai namun masih lancar.
Masih belum terlihat lonjakan penumpang, dikarenakan belum memasuki arus mudik Lebaran.
”KM Dharma Rucitra VI pada perjalanan sebelumnya menurunkan sekitar 200 penumpang dan pada sore ini yang berangkat berjumlah 349 penumpang beserta 15 unit kendaraan campuran,” katanya.
Selama masa angkutan Lebaran, DLU menyediakan dua armada KM Kirana III berkapasitas 598 penumpang rute Sampit-Surabaya dan KM Rucitra VI berkapasitas 372 penumpang yang melayani rute Sampit-Semarang.
”Selama masa angkutan Lebaran DLU menjadwalkan 8 call keberangkatan, yang terbagi atas 4 kali keberangkatan menuju Semarang dan 4 kali keberangkatan menuju Surabaya. Sedangkan untuk arus balik, telah disiapkan sebanyak 3 kali keberangkatan,” ujarnya.
Kacung memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan data penjualan, tiket untuk keberangkatan tanggal 15 Maret terpantau sudah habis terjual.
Pada 15 Maret 2026 juga dijadwalkan dua kapal berangkat dihari yang sama dan di waktu yang berdekatan. Keberangkatan KM Kirana III rute Sampit-Surabaya dijadwalkan jam 12.00 WIB dan keberangkatan KM Rucitra VI rute Sampit-Semarang dijadwalkan jam 14.00 WIB.
“Penjualan tiket masih tersedia untuk trip keberangkatan 18 Maret tujuan ke Semarang dan 19 Maret tujuan Surabaya, masyarakat Kotim yang ingin mudik bisa datang langsung ke loket kantor DLU di Jalan Ayani atau memesan melalui aplikasi resmi DLU,” tandasnya. (hgn/ign)