• Sebuah video amatir yang memperlihatkan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) berjalan kebingungan di lahan bekas terbakar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, viral di media sosial pada Rabu (28/10/2026).
• Dalam rekaman berdurasi 54 detik tersebut, orangutan itu tampak menyusuri tepi jalan tanah dan bergerak menjauh saat didekati perekam video.
• Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima rekaman tersebut dan tengah menelusuri lokasi pasti pengambilan gambar.
• BKSDA mengimbau masyarakat yang mengetahui lokasi detail dalam video agar segera melapor untuk memungkinkan tindakan evakuasi medis (rescue operation).
• Video ini menjadi bukti dampak krisis ekologi akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memaksa satwa liar, termasuk orangutan, keluar dari habitatnya yang rusak.
• Masyarakat diingatkan untuk tidak mengintimidasi, melukai, atau menangkap satwa dilindungi, melainkan segera menghubungi BKSDA Pos Sampit jika menemukan mereka terdesak ke area bekas terbakar.
SAMPIT, kanalindependen.id – Sebuah video amatir berdurasi 54 detik mendadak viral di jagat media sosial pada Rabu (28/10/2026). Rekaman memilukan tersebut memperlihatkan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) tampak kebingungan berjalan sendirian di tengah lahan bekas terbakar yang dipenuhi batang pohon tumbang serta semak belukar kecokelatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Dalam video tersebut, primata langka dilindungi itu terlihat menyusuri tepi jalan tanah sambil memegang ranting pohon. Saat perekam video mendekat dan mengarahkan kamera, satwa tersebut bergegas bergerak menjauh masuk kembali ke dalam area vegetasi yang rusak parah akibat amuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perekam video terdengar mengucapkan kalimat, “Orang utan, Pak,” sembari terus mengikuti pergerakan satwa. Kendati demikian, rekaman beredar tersebut belum mencantumkan rincian koordinat lokasi maupun waktu pasti pengambilan gambar.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengonfirmasi bahwa jajarannya telah menerima rekaman video viral tersebut dan tengah bergerak cepat melakukan penelusuran lapangan.
“Terkait video ini, saya baru lihat. Ini coba ditelusuri dulu infonya. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui lokasi persis dalam video agar segera melapor kepada BKSDA,” tegur Muriansyah, Rabu (28/10/2026).
Potret Buram Dampak Karhutla: Hutan Musnah, Satwa Liar Terusir dari Habitat
Video viral ini menambah panjang daftar bukti lapangan terkait krisis ekologi yang melanda Kotawaringin Timur akibat Karhutla. Hancurnya kantong-kantong hutan penyangga memaksa orangutan keluar menyusuri area terbakar hingga mendekati akses jalan tanah tempat perlintasan manusia.
BKSDA Pos Sampit belum dapat memastikan apakah individu orangutan di video 54 detik tersebut merupakan salah satu dari empat individu yang sebelumnya terpantau di Lingkar Selatan, Lingkar Utara, Bagendang, atau kawasan Desa Kandan.
Petugas BKSDA kini mengumpulkan konfirmasi dari warga sekitar dan saksi mata guna memastikan apakah lokasi berada di wilayah Kotim untuk segera dieksekusi tindakan evakuasi medis (rescue operation).
Video viral orangutan di lahan hangus merupakan manifestasi visual dari kehancuran habitat akibat Karhutla yang kian mengancam kelangsungan hidup spesies terancam punah (endangered species). Ketika rumah alaminya rata dengan tanah, risiko satwa mati kelaparan, ditabrak kendaraan, atau diburu manusia meningkat berlipat ganda.
BKSDA Kalteng bersama Balai Gakkum KLHK didesak menerjunkan tim Quick Response ke titik-titik rawan Karhutla Kotim untuk melakukan verifikasi lokasi video dan melangsungkan translokasi satwa sebelum orangutan tersebut menjadi korban kekerasan atau jerat.
Masyarakat diimbau keras untuk tidak mengintimidasi, mengejar, melukai, atau menangkap satwa dilindungi yang terdesak ke area bekas terbakar, melainkan langsung mengamankan perimeter dan menghubungi call center BKSDA Resort Sampit. (***)