• Warga Desa Luwuk Bunter, Kotawaringin Timur, menemukan adanya kerusakan pada saluran Irigasi Danau Lentang, seperti dipotong untuk jalan, ditimbun, dan ditanami sawit di atasnya, membantah klaim PT Borneo Sawit Perdana (BSP) yang menyatakan tidak merusak.
• Perubahan fisik saluran irigasi, khususnya pada sekunder 6 hingga 12, diamati langsung oleh warga melalui penyusuran dan diperkuat oleh rekaman drone, yang menunjukkan kanal menyempit atau terputus.
• Manajer Humas PT BSP, Rosi Andreas, menegaskan perusahaan tidak merusak saluran irigasi dan merujuk pada hasil pemeriksaan tim Pemerintah Kabupaten Kotim pada 16 Juni 2023 yang disebut tidak menemukan kerusakan, melainkan sengketa klaim lahan.
• Warga menilai hasil pemeriksaan tahun 2023 sudah tidak relevan dengan kondisi lapangan pada tahun 2026, karena pembukaan lahan dan penanaman sawit telah meluas signifikan setelah pemeriksaan awal tersebut.
SAMPIT, kanalindependen.id – Klaim PT Borneo Sawit Perdana (BSP) yang berulang kali menegaskan tidak menutup atau merusak saluran Irigasi Danau Lentang di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, berhadapan dengan temuan terbaru di lapangan.
Ada saluran yang diiris untuk jalan, ada yang ditimbun, dan ditanami sawit di atasnya.
Menggunakan kelotok ces, warga menyusuri saluran primer lebih dari satu jam menuju ujung Dusun Teluk Tewah.
Jaringan itu terdiri dari 15 saluran sekunder dengan panjang sekitar 600–700 meter masing‑masing. Sejak sekunder 6 hingga sekunder 12, hamparan di kiri‑kanan saluran sudah didominasi kebun sawit, mengurung kanal yang dulu terbuka menjadi lorong sempit diapit barisan tanaman.
Pada beberapa titik, perubahan fisik saluran tampak jelas. Warga menunjukkan potongan kanal yang diiris memanjang untuk akses jalan, lalu bagian lain yang ditimbun tanah dan di atasnya berdiri sawit muda.
Jejak aliran air yang dulu menyambung kini terputus, digantikan punggung jalan tanah dan gundukan di bawah batang sawit.
”Dibilang tidak menutup saluran itu tidak benar. Kami lihat sendiri ada yang diiris, ada yang ditutup lalu ditanam sawit,” ujar Isur, salah satu warga yang ikut turun langsung menyusuri jalur irigasi.
Dia menegaskan, klaim bahwa irigasi tidak terdampak mungkin masih cocok dengan kondisi saat tim pemerintah melakukan pengecekan awal pada 2023. Akan tetapi, hal itu sudah tidak relevan dengan situasi 2026.