• Departemen Wanita Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) Sampit membagikan paket sembako kepada warga muslim yang berpuasa pada Selasa (10/3/2026).
• Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan setiap Ramadan sebagai wujud kepedulian lintas iman.
• Pembagian sembako menyasar petugas di depo sampah serta warga kurang mampu di sejumlah titik di Kecamatan Ketapang dan Baamang.
• Gembala Gereja YHS Sampit, Ps. Filemon Cundiantoro, menyatakan pelayanan ini sebagai bentuk praktik kasih tanpa memandang latar belakang agama atau status sosial penerima.
• Jemaat Gereja YHS berharap kegiatan ini dapat merawat kebersamaan, meneguhkan toleransi, dan mempererat hubungan antarumat beragama di tengah masyarakat Sampit.
SAMPIT, kanalindependen.id – Ramadan tahun ini kembali menjadi momentum berbagi bagi Departemen Wanita Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) Sampit yang turun membagikan paket sembako kepada warga muslim yang berpuasa, Selasa (10/3/2026).
Jemaat gereja di Jalan Jenderal Sudirman Km 1,5 tersebut sudah beberapa tahun terakhir menjadikan kegiatan sosial ini sebagai program rutin setiap Ramadan sebagai wujud kepedulian lintas iman.
Gembala Gereja YHS Sampit, Ps. Filemon Cundiantoro, menyampaikan apresiasi kepada Departemen Wanita yang konsisten menggerakkan jemaat untuk terlibat langsung membantu masyarakat.
Dia menegaskan, pelayanan ini lahir dari keinginan untuk mempraktikkan kasih kepada sesama tanpa mempersoalkan latar belakang agama maupun status sosial penerima bantuan.
”Melalui kegiatan berbagi ini kami berharap dapat membawa manfaat dan menjadi berkat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Rangkaian pembagian sembako menyasar petugas di depo sampah serta warga kurang mampu di sejumlah titik di Kecamatan Ketapang dan Baamang.
Paket berisi kebutuhan pokok tersebut diharapkan sedikit meringankan beban keluarga penerima selama menjalani ibadah puasa Ramadan.
Bagi jemaat Gereja YHS, kegiatan rutin setiap Ramadan ini bukan sekadar menyerahkan bingkisan, melainkan cara merawat kebersamaan, meneguhkan toleransi, dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat Sampit yang majemuk.
Mereka berharap langkah kecil yang dijaga dari tahun ke tahun itu dapat mempererat hubungan antarumat beragama dan menginspirasi komunitas lain membuat gerakan serupa. (ign)