Intinya sih...

• Tiga rumah warga di Jalan Lesa, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hangus terbakar pada Sabtu, 4 April 2026 siang.
• Polres Kotim masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab pasti kebakaran dan hingga kini belum ada pihak yang diamankan.
• Penyidik fokus memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP), namun belum ditemukan keterangan yang mengarah pada unsur kesengajaan.
• Berbagai informasi terkait penyebab kebakaran, termasuk isu kebocoran gas dan dugaan kesengajaan, beredar di masyarakat, tetapi pihak kepolisian mengimbau warga untuk menunggu hasil resmi penyelidikan.

SAMPIT, Kanalindependen.id – Isu terkait penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di Jalan Lesa, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai beredar di tengah masyarakat. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan dan belum ada kesimpulan resmi.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim, Edy Wiyoko, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pihak yang diamankan terkait peristiwa tersebut.

“Sudah kami konfirmasi dengan anggota Unit Reskrim yang menangani. Saat ini belum ada mengamankan terlapor,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil sementara, belum ditemukan keterangan yang mengarah pada unsur kesengajaan.

“Masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di TKP. Sampai saat ini, belum ada saksi yang menyatakan bahwa rumah tersebut sengaja dibakar,” tegasnya.

Di sisi lain, berbagai informasi mulai beredar di media sosial mengenai dugaan penyebab kebakaran. Salah satunya terkait isu kebocoran gas yang disebut-sebut menjadi pemicu api.

Namun, salah seorang warga terdampak, Mama Syifa, membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan yang dilihatnya saat kejadian.

“Sebagian video yang beredar menyebutkan kebakaran karena gas bocor, itu tidak benar,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, ia juga mengaku sempat melihat seorang pria keluar dari rumah kosong yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Ia menduga ada unsur kesengajaan, meski belum dapat memastikan identitas orang tersebut.

Meski demikian, pengakuan tersebut masih bersifat pribadi dan belum dapat dijadikan kesimpulan. Pihak kepolisian pun menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar masih perlu diverifikasi melalui proses penyelidikan.

Peristiwa kebakaran itu sendiri terjadi pada Sabtu (4/4/2026) siang dan pertama kali dilaporkan pukul 13.32 WIB. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 13.40 WIB dan langsung melakukan penanganan.

Proses pemadaman berlangsung cepat, dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 13.55 WIB. Kebakaran berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa, namun tiga kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Tiga rumah yang terbakar masing-masing milik Agau (50), Nurjaman (30), dan M. Darmawan (50). Seluruh bangunan berbahan kayu, sehingga api dengan cepat merambat dan menghanguskan bangunan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta menunggu hasil resmi penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (***)