Dari Rp2 Juta Menjadi Rp250 Ribu

Program Kartu Huma Betang Sejahtera dirancang mencakup delapan sektor bantuan dalam satu kartu. Namun, pada tahap awal, baru dua program yang berjalan.

”Yang saat ini sudah diluncurkan yaitu bantuan pangan dan bantuan tunai. Kemudian ada pelebaran program yang pastinya diakses sesuai ketentuan yang berlaku, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan nelayan,” kata Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana.

Bantuan pangan disalurkan dalam bentuk paket senilai Rp150.000 yang terdiri dari beras premium 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kg, dengan frekuensi minimal empat kali setahun.

Sementara itu, bantuan tunai yang telah diumumkan sebesar Rp250.000 per kepala keluarga dalam satu kali penyaluran, diberikan pada momen Idul Fitri dan Natal melalui Bank Kalteng.

Perbedaan angka ini menjadi sorotan karena dalam kartu versi kampanye tercantum nominal Rp2 juta per kepala keluarga. Namun, dalam peluncuran resmi, skema bantuan tunai yang berjalan berbeda dari angka yang tercetak pada kartu tersebut, yakni Rp250 ribu.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyebut keterbatasan fiskal sebagai latar belakang kebijakan tersebut. APBD Kalteng tahun 2026 hanya sebesar Rp5,4 triliun, turun drastis dari lebih Rp10 triliun pada tahun-tahun sebelumnya.

”Peluncuran kartu ini juga bentuk komitmen kami di tengah efisiensi yang mengakibatkan APBD tahun 2026 hanya sebesar Rp5,4 triliun,” ujar Agustiar. (ign)