Intinya sih...

• DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menarik penuh kewenangan penentuan struktur kepengurusan di tingkat daerah, menjadikan Musyawarah Cabang (Muscab) Zona 3 di Kotawaringin Timur (meliputi Kotim, Kobar, Seruyan, Sukamara) hanya sebagai ajang penjaringan nama.
• Keputusan final mengenai Ketua DPC sepenuhnya berada di tangan DPP di Jakarta, sebuah langkah yang disebut untuk mengeliminasi konflik internal dan menjaga stabilitas organisasi.
• Muscab tersebut diselenggarakan pada Selasa (14/4/2026), di mana sembilan kandidat telah terjaring, tujuh di antaranya kader internal dan dua figur eksternal, termasuk lima anggota DPRD Kotim aktif.
• Setiap kandidat diwajibkan menyodorkan proposal strategis yang mencakup penataan struktur hingga desa, pembentukan badan sayap partai, dan strategi pemenangan legislatif di setiap daerah pemilihan sebagai instrumen penilaian utama.
• Skema evaluasi proposal ini menggeser nilai tawar popularitas lokal dan mobilisasi massa, menjadikan rekam jejak kandidat yang akan dievaluasi di Jakarta sebagai penentu akhir.

SAMPIT, kanalindependen.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menarik penuh kewenangan penentuan struktur kepengurusan di tingkat daerah.

Musyawarah Cabang (Muscab) Zona 3 di Kotawaringin Timur diposisikan hanya sebagai ajang penjaringan nama, sementara keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin DPC sepenuhnya berada di tangan Jakarta.

Zona 3 meliputi Kotim, Kotawaringin Barat (Kobar), Seruyan, dan Sukamara.

Sentralisasi ini menjadi mekanisme pusat dalam memitigasi potensi gesekan internal.

Pasalnya, bursa pencalonan kali ini memicu situasi “perang bintang” dengan melibatkan jajaran elite lokal.

Berdasarkan data keanggotaan DPRD Kotim, lima dari sembilan kandidat yang terjaring merupakan legislator aktif.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan, pemetaan langsung oleh pusat adalah langkah menjaga stabilitas organisasi.

”Dalam rangka mengeliminasi konflik, DPP PKB bersama DPW di provinsi melakukan pemetaan calon-calon Ketua DPC. Muscab ini hanya untuk menjaring,” tegasnya, Selasa (14/4/2026).

Seleksi di tingkat pusat dipastikan tidak hanya bertumpu pada popularitas lokal.

Dia juga mengatakan, peserta Muscab tetap diberikan ruang untuk mengusulkan nama lain. Baik dari internal maupun eksternal partai.

Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah, Rahmanto Muhidin, mewajibkan setiap kandidat menyodorkan proposal strategis sebagai instrumen penilaian.

Terdapat tiga mandat yang harus dijawab dalam proposal tersebut, yakni kemampuan menata struktur hingga tingkat desa, pembentukan badan sayap partai, serta kesiapan strategi pemenangan legislatif di setiap daerah pemilihan (dapil).

Syarat tersebut menjadi ujian pembuktian bagi sembilan nama yang telah terjaring.

Ketua Panitia Muscab, Muhammad Abadi, menyebutkan, dari sembilan kandidat, tujuh di antaranya merupakan kader internal dan dua lainnya figur eksternal.

Nama-nama yang masuk dalam bursa, di antaranya Muhammad Abadi, Muhammad Idi, Marudin, Zainuddin, dan Memey Wulandari. Kelimanya tercatat sebagai anggota DPRD Kotim aktif. Empat lainnya: Aswin, Pipit, Khozaini, dan Sohibul.

Penerapan skema evaluasi proposal ini otomatis menggeser nilai tawar popularitas dan mobilisasi massa di tingkat akar rumput.

Di hadapan mekanisme tersebut, dukungan riil di lapangan tak lagi menjadi penentu tunggal, melainkan instrumen pendukung bagi penilaian pengurus pusat.

Para elite daerah tersebut kini harus menunggu rekam jejak mereka dibedah di ruang-ruang diskusi Jakarta.

Forum Muscab berakhir bukan dengan selebrasi kemenangan sang ketua baru, melainkan sekadar mengirim deretan ambisi ke ibu kota. Menyerahkan masa depan partai kepada otoritas yang berjarak ribuan kilometer dari Bumi Habaring Hurung. (ign)