Intinya sih...

• Polres Kotawaringin Timur (Kotim) secara intensif memetakan titik-titik kerawanan kriminalitas di seluruh wilayah hukumnya menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H.
• Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas ibadah dan mobilitas ekonomi masyarakat berjalan aman, dengan pola pengamanan difokuskan pada penentuan lokasi dan jam rawan sebagai dasar rute patroli.
• Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan pelaku pencurian yang menyasar fasilitas umum. Salah satu pelaku diketahui Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan telah diserahkan ke Dinas Sosial Kotim.
• Kepolisian mengajak masyarakat untuk proaktif menjaga keamanan lingkungan, termasuk melalui siskamling, serta menjadi "polisi bagi diri sendiri" guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
• Peta kerawanan akan terus dievaluasi dan disesuaikan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan untuk efektivitas pengamanan, seperti disampaikan pada Rabu, 4 Maret 2026.

SAMPIT, kanalindependen.id – Menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) memetakan secara intensif titik-titik kerawanan tindak kriminalitas di seluruh wilayah hukumnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas ibadah dan meningkatnya mobilitas ekonomi masyarakat berjalan aman tanpa gangguan aksi kejahatan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menjelaskan, pola pengamanan difokuskan pada penentuan lokasi dan jam rawan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Pemetaan kerawanan menjadi dasar penyusunan rute dan frekuensi patroli di lapangan.

”Kita melakukan kegiatan patroli sesuai dengan kerawanan dan waktu yang sudah kita mapping. Saat ini, aktivitas masyarakat dalam menjalankan ibadah menjadi pertimbangan utama kami dalam menentukan jadwal patroli di lapangan,” ujar AKBP Resky usai kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Sampit, Rabu (4/3/2026).

​Terkait tren gangguan kamtibmas belakangan ini, Resky mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan pelaku pencurian yang menyasar fasilitas umum seperti masjid, terminal, hingga pusat perbelanjaan (Alfamart).

Salah satu pelaku yang diamankan diketahui merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan telah diserahkan ke Dinas Sosial Kotim untuk penanganan medis lebih lanjut.

Meski penegakan hukum terus berjalan, Resky menekankan pentingnya langkah pencegahan dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

Dia mengajak warga menjadi “polisi bagi diri sendiri” untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian, sekaligus menjaga lingkungan sekitar tetap aman selama Ramadan.

”Menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing dan mengaktifkan kegiatan siskamling sangat penting untuk menghindari tindakan pidana, baik itu pencurian maupun jenis kejahatan lainnya,” ujarnya.

​Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan jajaran Polres Kotim akan terus mengevaluasi peta kerawanan seiring perkembangan situasi di lapangan.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyesuaian pola patroli agar pengamanan selama Ramadan dan menjelang Lebaran tetap efektif dan tepat sasaran. (hgn/ign)