• Seorang ibu rumah tangga bernama Marni menjadi korban perampokan disertai penganiayaan di rumahnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
• Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
• Marni ditemukan warga dalam kondisi terluka akibat bacokan senjata tajam dan segera dilarikan ke RSUD dr Murjani untuk mendapatkan pertolongan medis.
• Kapolsek Ketapang, Anis, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
• Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari, dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Dini hari itu, Sampit belum sepenuhnya terjaga. Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, masih lengang. Lampu rumah redup, sebagian warga bersiap menanti sahur. Namun di tengah sunyi itu, sebuah peristiwa mencekam terjadi.
Marni, seorang ibu rumah tangga, menjadi korban perampokan disertai penganiayaan di rumahnya sendiri, Jumat (20/2/2026 ) sekitar pukul 02.30 WIB. Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi kepanikan.
Beberapa warga mendengar suara mencurigakan dari arah rumah korban. Saat didatangi, Marni sudah dalam kondisi terluka akibat bacokan senjata tajam. Tanpa banyak bicara, warga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD dr Murjani untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Awalnya suasana biasa saja, sepi. Tiba-tiba terdengar suara aneh. Waktu kami lihat, korban sudah terluka,” ujar Fahmi, salah seorang warga sekitar, dengan nada masih terkejut.
Kabar kejadian itu cepat menyebar. Warga kemudian melapor ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, aparat dari Polsek Ketapang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Kapolres Kotawaringin Timur melalui Kapolsek Ketapang, Anis, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
“Benar, anggota masih melakukan olah TKP guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini meninggalkan rasa waswas di tengah warga. Insiden yang terjadi saat dini hari jam rawan ketika sebagian besar orang lengah membuat warga kembali mempertanyakan rasa aman di lingkungan mereka sendiri.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari. Warga diminta memastikan pintu dan jendela terkunci serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Kini, harapan warga sederhana namun mendesak: pelaku segera ditangkap, dan rasa aman kembali pulang ke rumah-rumah yang sempat terusik oleh sunyi yang pecah di dini hari. (***)