• Kebakaran melanda Gang Al-Muhajirin, Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur pada Minggu (25/10/2026) petang, sekitar pukul 18.42 WIB.
• Peristiwa ini menghanguskan empat rumah warga berbentuk barak, Masjid Al-Muhajirin yang hanya menyisakan terasnya, dan satu bangunan sarang burung walet yang roboh mengenai masjid.
• Akibatnya, empat kepala keluarga dilaporkan kehilangan tempat tinggal mereka.
• Penyebab kebakaran diduga bermula dari bangunan sarang burung walet, dengan dugaan awal korsleting listrik, namun belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan.
• Operasi pemadaman telah selesai, namun identitas seluruh keluarga terdampak, taksiran kerugian material, serta rencana pemulihan masjid masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Teras menjadi bagian yang tersisa dari Masjid Al-Muhajirin setelah kebakaran melanda Gang Al-Muhajirin, Jalan Tjilik Riwut Km 32, Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (25/10/2026) petang.
Api yang dilaporkan muncul sekitar pukul 18.42 WIB itu membakar empat rumah warga, Masjid Al-Muhajirin, dan satu bangunan sarang burung walet. Sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal, sementara warga setempat harus menghadapi kerusakan tempat ibadah yang selama ini menjadi ruang salat berjemaah.
Bagi warga, kebakaran itu bukan sekadar bangunan yang hangus. Rumah yang terbakar merupakan tempat keluarga menjalani kehidupan sehari-hari, sedangkan masjid menjadi ruang untuk beribadah dan berkumpul bersama.
“Sedih rasanya melihat masjid yang biasanya tempat kami salat Id, kini hanya tersisa terasnya,” ungkap seorang warga.
Kesedihan itu tergambar dari kondisi masjid setelah api melalap bangunan di sekitarnya. Menurut warga setempat, Murni, bangunan sarang burung walet yang terbakar roboh dan mengenai masjid.
“Bangunan yang terdampak ada tiga rumah warga, satu masjid, dan satu bangunan walet. Api cepat membesar hingga merembet ke bangunan lain. Bangunan walet itu juga roboh dan mengenai masjid,” ujar Murni.
Informasi warga lainnya menyebutkan, rumah yang terbakar mencakup bangunan berbentuk barak dengan sekat-sekat dinding. Empat kepala keluarga dilaporkan tinggal di ruang-ruang terpisah dalam bangunan tersebut. Kebakaran itu pun berdampak pada keluarga yang berbagi ruang dalam satu bangunan hunian.
Saat api membesar, warga berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih bisa dijangkau. Sebagian warga juga membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas dari Sampit.
Operasi pemadaman telah selesai. Namun, kerusakan bangunan menyisakan persoalan lain yang perlu ditangani, mulai dari tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak hingga kebutuhan warga untuk kembali beribadah.
Penyebab kebakaran masih diduga
Berdasarkan informasi sementara, api diduga bermula dari bangunan sarang burung walet. Korsleting listrik disebut sebagai salah satu kemungkinan penyebab, tetapi belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan sumber api.
Hingga berita ini disusun, belum tersedia informasi terkonfirmasi mengenai identitas seluruh keluarga terdampak maupun taksiran kerugian material. Kebutuhan mendesak warga dan rencana pemulihan masjid juga masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
Kebakaran meninggalkan kerusakan pada rumah dan tempat ibadah di Gang Al-Muhajirin. Bagi warga yang terdampak, pekerjaan berikutnya bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menemukan kembali tempat untuk tinggal dan menjalankan ibadah bersama. (***)