✨ Intinya sih...

• Sebuah helikopter water bombing jatuh di perairan Sungai Tulis, Seruyan, Kalimantan Tengah, saat memadamkan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.
• Helikopter tersebut mengangkut delapan kru; enam orang berhasil dievakuasi dengan satu di antaranya meninggal dunia, sementara dua kru lainnya masih dalam pencarian intensif.
• Identitas korban yang meninggal maupun kru selamat belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang.
• Tim SAR gabungan dari Satgas Karhutla, Basarnas, Polairud, TNI, dan BPBD Seruyan fokus pada operasi pencarian dua kru yang belum ditemukan.
• Penyebab pasti jatuhnya helikopter masih belum diketahui, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Kementerian Perhubungan didesak untuk segera melakukan investigasi.

SERUYAN, Kanalindependen.id  – Tragedi memilukan melanda operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Sebuah helikopter penyiram air (water bombing) yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dilaporkan jatuh di perairan Sungai Tulis, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, helikopter nahas tersebut diperkirakan mengangkut delapan orang kru. Hingga Rabu sore, enam orang kru telah berhasil dievakuasi, sementara dua orang kru lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan di perairan Sungai Tulis.

Dari enam korban yang berhasil dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang, satu orang kru dilaporkan meninggal dunia, sementara korban luka-luka lainnya tengah mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, rincian identitas korban meninggal maupun kru selamat belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang.

Sejumlah personel TNI dan Polri tampak memperketat pengamanan di area RSUD Kuala Pembuang. Petugas di lokasi meminta awak media bersabar menunggu rilis resmi dari otoritas penerbangan dan Satgas Karhutla.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan Agus Supriadi, menyatakan bahwa jajarannya masih mengumpulkan informasi utuh dari lokasi kejadian.

“Kami masih menunggu informasi lengkap dan valid mengenai kronologi serta perkembangan kondisi seluruh kru di lapangan,” ujar Agus Supriadi melalui pesan singkat, Rabu (4/11/2026).

Penyebab Kecelakaan Masih Misteri, Tim Gabungan Fokus Pencarian 2 Kru Hilang

Penyebab pasti jatuhnya helikopter water bombing di perairan Sungai Tulis tersebut belum dapat dipastikan, apakah akibat kendala teknis mesin (engine failure), cuaca buruk, atau jarak pandang terganggu saat pengambilan air (water scooping/bucket manipulation).

Fokus utama tim gabungan Satgas Karhutla, Basarnas, Polairud, TNI, dan BPBD Seruyan saat ini adalah melakukan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) terhadap dua kru yang hingga kini belum ditemukan di perairan Sungai Tulis.

Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting sendiri merupakan salah satu benteng konservasi penting di Kalteng yang belakangan ini mendapat perhatian serius akibat ancaman karhutla.

Gugurnya pejuang penanganan karhutla dalam insiden jatuhnya helikopter water bombing ini merupakan duka mendalam bagi penanggulangan bencana Kalteng sekaligus alarm keras bagi kelaikan armada udara (air task force). Misi penyiraman air di area krisis memiliki risiko sangat tinggi, terutama ketika helikopter harus bermanuver rendah di atas perairan dan wilayah asap pekat.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan didesak segera menerjunkan tim investigasi untuk memeriksa histori perawatan (maintenance logbook) serta kelaikan terbang helikopter water bombing yang dioperasikan dalam Satgas Karhutla Kalteng.

Tim SAR Gabungan dituntut memaksimalkan pencarian dua korban yang masih hilang di perairan Sungai Tulis, sementara BNPB serta pengelola armada diimbau menjamin penuh hak santunan dan penanganan medis terbaik bagi keluarga korban gugur maupun luka-luka. (***)