✨ Intinya sih...

• Tabrakan beruntun yang melibatkan dua truk, satu minibus, dan satu sepeda motor terjadi pada Jumat (6/11/2026) di ruas jalan lintas Pal 4 Pundu, Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.
• Insiden di jalur utama Sampit–Palangka Raya ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua korban lainnya mengalami luka-luka.
• Tim relawan Sampit Siaga mengonfirmasi bahwa ada empat kendaraan yang terlibat, berbeda dengan informasi awal yang hanya menyebutkan dua truk.
• Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas antar-kabupaten.
• Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Kotim masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban, dan menyusun kronologi kejadian.
• Ruas jalan lokasi kejadian dikenal sebagai 'jalur tengkorak' yang rawan kecelakaan, mendorong desakan untuk investigasi menyeluruh dan peningkatan pengawasan keselamatan lalu lintas.

SAMPIT, Kanalindependen.id  – Tabrakan beruntun yang melibatkan empat unit kendaraan meletus di ruas jalan lintas Pal 4 Pundu, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (6/11/2026). Tragedi memilukan di jalur utama Sampit–Palangka Raya tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua korban lainnya menderita luka-luka.

Insiden maut ini melibatkan armada dua unit truk, satu unit minibus, serta satu unit sepeda motor. Benturan keras antarkendaraan tak hanya menghancurkan bodi kendaraan yang terlibat, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas antar-kabupaten.

Video amatir warga yang beredar luas memperlihatkan kondisi bodi truk yang penyok parah akibat hantaman hebat. Posisi keempat kendaraan yang melintang di tengah badan jalan membuat deretan antrean panjang kendaraan tak terhindarkan selama proses evakuasi awal.

Informasi awal yang sempat beredar hanya menyebutkan kecelakaan antar dua truk, namun data terbaru dari tim relawan Sampit Siaga mengonfirmasi bahwa terdapat empat kendaraan yang saling bertabrakan.

Relawan Sampit Siaga Candra, membenarkan kejadian tersebut usai menerima laporan darurat dan permintaan penanganan armada ambulans dari warga di TKP.

“Benar, kami menerima informasi adanya kecelakaan di kawasan Pundu. Berdasarkan informasi awal, ternyata ada empat kendaraan yang terlibat, yakni dua truk, satu minibus, dan satu sepeda motor. Korban dilaporkan tiga orang, satu meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” terang Chandra, Jumat (6/11/2026).

Proses evakuasi para korban berjalan dramatis dengan bantuan warga setempat yang langsung menghubungi tim medis RSUD/Puskesmas terdekat serta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim guna memindahkan bodi kendaraan dari tengah jalan.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Kotim masih melakukan olah TKP, mendata identitas korban meninggal dan dua korban luka, serta mengatur urutan kronologi benturan maut yang memicu kecelakaan beruntun tersebut.

Ruas Jalan Lintas Trans Kalimantan di Pal 4 Pundu merupakan jalur tengkorak (blackspot) yang kerap memicu kecelakaan beruntun akibat tingginya kecepatan kendaraan serta kombinasi rem blong armada angkutan berat.

Penyidik Satlantas Polres Kotim didesak untuk mengusut tuntas penyebab tabrakan, termasuk memeriksa kelaikan jalan (ramp check) kedua truk yang terlibat serta kondisi fisik pengemudi. Selain itu,  Dinas Perhubungan Kotim dituntut memperketat rambu peringatan dan pengawasan garis marka jalan di sepanjang rute Cempaga Hulu guna mencegah berulangnya tragedi serupa. (***)