• Dua jasad ditemukan terdampar oleh nelayan pada Minggu (20/9/2026) di pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
• Kedua jasad masih mengenakan pelampung dan diduga kuat terkait dengan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada Minggu (13/9/2026).
• Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad tersebut melalui jalur perairan menuju Pelabuhan Segintung, lalu ke Pos TNI AL Kuala Pembuang, dan selanjutnya akan dibawa ke Banjarmasin untuk proses identifikasi.
• Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin, I Putu Sudayana, pada Senin (21/9/2026) malam, mengonfirmasi bahwa jenazah dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin.
• Dengan penemuan ini, total korban KM Virgo yang berhasil dievakuasi menjadi 123 (108 selamat, 15 meninggal dunia), sementara 120 korban lainnya masih dalam pencarian.
• Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan dan diperluas dengan bantuan penyelaman serta pengerahan helikopter Basarnas.
SAMPIT, kanalindependen.id – Dua jasad ditemukan terdampar di pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
Saat ditemukan nelayan pada Minggu (20/9/2026), kedua jasad tersebut masih mengenakan pelampung sehingga diduga kuat berkaitan dengan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada, Minggu (13/9/2026).
Informasi itu kemudian dilaporkan nelayan dan ditindaklanjuti Tim SAR Gabungan yang masih menjalankan operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Lokasi penemuan berada di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di wilayah pesisir Desa Sungai Perlu.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Palangka Raya mengerahkan personel untuk menuju lokasi dan melakukan evakuasi terhadap kedua jasad.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana mengatakan, personel yang dikerahkan merupakan bagian dari Tim Rescue yang sebelumnya telah terlibat dalam operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.
”Begitu mendapatkan informasi adanya penemuan dua korban di wilayah Seruyan, kami langsung mengerahkan Tim Rescue yang sudah terlibat dalam operasi pencarian untuk menuju lokasi,” kata Alit.
Tim kemudian melakukan proses evakuasi melalui jalur perairan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB). Kedua jasad dibawa menuju Pelabuhan Segintung untuk selanjutnya diteruskan ke Pos TNI AL Kuala Pembuang.
”Kedua korban kita evakuasi menggunakan RBB (Rigid Buoyancy Boat) menuju Pelabuhan Segintung. Setelah itu akan dibawa ke Pos AL Kuala Pembuang dan selanjutnya dibawa ke Banjarmasin menggunakan ambulans untuk dilakukan proses identifikasi,” jelas Alit.
Proses identifikasi akan menjadi tahapan penting untuk memastikan identitas kedua jasad tersebut. Meski terdapat dugaan keduanya merupakan korban KM Virgo Transport 8, kepastian mengenai identitas korban tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi kedua jasad yang ditemukan masih mengenakan pelampung.
Namun, pihak SAR tidak langsung memastikan identitas maupun keterkaitan kedua jasad dengan kecelakaan kapal sebelum proses identifikasi dilakukan.
Setelah tiba di Banjarmasin, kedua jasad akan menjalani proses identifikasi guna memastikan identitas masing-masing korban. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk memberikan kepastian kepada pihak keluarga.
Dalam proses evakuasi tersebut, sejumlah unsur terlibat dalam operasi SAR Gabungan. Personel berasal dari Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Pos TNI AL Samuda, Pos TNI AL Kuala Pembuang, Polairud Polda Kalimantan Tengah, Polres Seruyan, dan Polsek Seruyan Hilir.
Penemuan dua jasad tersebut menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8. Namun, operasi belum berhenti karena Tim SAR masih berupaya menemukan korban lain yang hingga kini belum ditemukan.
Alit menegaskan, personel akan terus dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah yang menjadi sasaran operasi. Setiap informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban akan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.
”Dengan ditemukannya dua korban di wilayah Seruyan, kami mengerahkan personel untuk terus melakukan pencarian untuk mencari keberadaan korban yang lain,” tegasnya.
Dengan adanya tambahan dua jenazah yang diduga korban KM Virgo, menambah daftar korban yang berhasil dievakuasi menjadi 123 korban. Dengan rincian, 108 korban dinyatakan selamat, 15 korban dinyatakan meninggal dunia daj 120 korban lainnya masih dalam upaya pencarian.
”Penemuan korban KM Virgo yang ditemukan di pantai seruyan, Kalteng. Kami koordinasikan dengan kantor SAR palangkaraya, jenazah dievakuasi dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin,” kata Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin, I Putu Sudayana, Senin (21/9/2026) malam.
Putu Sudayana menambahkan, untuk memaksimalkan operasi, pencarian tidak hanya dilakukan dengan bantuan penyelaman dari Surabaya, tetapi juga mengerahkan helikopter milik Basarnas yang mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin untuk mempercepat dan memperluas jangkauan pencarian.
”Kami menggelar Ops SAR dari pagi hari, semoga besok cuaca sesuai prediksi BMKG dimana gelombang rendah yang memudahkan pergerakan di lapangan,” pungkasnya. (hgn/ign)